Tentang Rasa

Rasa itu ada mengikuti Sang Kala

Dan berubah dalam perjalanan panjang Sang Kala

Rasa itu..

Saat jemari mendentingkan tangga nada lagu pada piano kayu di negara penjajah

Saat berbagi cerita dengan teman-teman yang selalu ada di hati

Saat jiwa dan raga berdansa di akhir pekan dengan canda dan tawa

Saat hati bekerja dengan laptop dan secangkir kopi hangat di kedai kopi kesayangan

Saat semangkuk indomie rebus dan secangkir teh hangat menemani menghabiskan waktu dengan tayangan kesayangan

Saat mimpi di malam yang lelap terlalu indah dan tak ingin kau lupakan saat terjaga

Saat lagu tentang cahaya mengalun dalam playlist yang kau putar setiap hari tanpa mengenal kata bosan

Saat bertemu  jiwa-jiwa lain yang kau kagumi, menemukan cara untuk memberi nilai pada umat manusia

Saat senyum datang pada wajah jiwa – jiwa yang tidak kau kenal tanpa batas – batas dunia

Saat kau menaklukan rasa kantuk dan lelah demi menjemput orang tua di stasiun kereta

Saat melihat pohon – pohon yang teguh bertumbuh di tengah udara yang tak bersahabat

Saat tawa manusia – manusia kecil berkejaran dalam penglihatan

Saat ide dan inspirasi datang ketika jiwa berenang dalam kesunyian

Saat ingatan masa lalu kembali tanpa memaksa untuk kau pahami bukan kau sesali

Saat kau menemukan damai pada setiap hela napas yang kau sadari

Saat hati tak dapat berucap syukur lagi karena sudah terlalu banyak karunia di dunia

Rasa itu..

Saat jiwa bertemu makna


Star City, 3 September 2019

☕ Inuk

 
*Photo: Personal. Sunrise in Sarongge, 2017. 

Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.