Hari ini bahasannya agak santai aja ya, hehe…
Walaupun banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dengan berbagai kecanggihan teknologi, banyak juga sisi lain yang harus kita perhatikan. Mungkin hampir semua sudah cukup paham ya, kenapa kita harus mengurangi waktu kita di depan perangkat elektronik baik itu tv, laptop, tablet maupun smartphone. Banyak sekali penelitian yang membicarakan hal ini.
Efek negatif terlalu lama di depan perangkat elektronik bisa berdampak pada kesehatan fisik seperti kurangnya fokus, otot mata dan badan yang tegang, kurang tidur, meningkatnya resiko obesitas sampai diabetes tingkat 2. Belum lagi pada kesehatan mental seperti kurangnya kemampuan bersosialisasi, menurunnya self-esteem, anxiety sampai depresi.
Untuk memudahkan, saya mau membahas khususnya untuk untuk smartphone atau hp saja ya..
Telalu banyak menghabiskan waktu di depan smartphone seringkali kita rasakan sendiri kok dampak negatif-nya, tanpa kita baca artikel atau riset terkait kadang kita sadar sebenarnya memang kurang baik. Misalnya terlalu banyak waktu yang tidak produktif, membuat perasaan kita jadi kurang positif misalnya karena secara sadar atau tidak kita terpengaruh oleh banyaknya berita yang masuk, ataupun sekedar mengintip kehidupan orang lain melalui media sosial hehe.. Ngeri-nya, sebuah penelitian yang saya baca bilang bahwa efek menggunakan media sosial berlebihan itu seperti menggunakan narkoba, membuat ketagihan, dan terus menambah dosis. Waduh..
Saya pribadi jujur saja juga suka banget menghabiskan di depan smartphone, dan saya nggak anti kok sama smartphone ataupun media sosial, karena banyak manfaatnya juga dan membantu kita lebih produktif dan terkoneksi dengan teman dan keluarga.
Tapi di satu sisi, terlalu lama menghabiskan waktu di depan hp itu membuat saya merasa tidak sadar atau kurang present berada di badan saya, di masa ini. Terutama mungkin penggunaan media sosial ya.
Pikiran saya terbang kemana-mana, tidak menentu seperti tidak ada disini. Saya juga merasa jadi kurang menikmati hidup dan waktu saya. I didn’t like that feeling. Saya ingin lebih present lagi di masa ini serta menghabiskan waktu lebih banyak untuk kehidupan yang ada di depan mata. Singkat kata, saya ingin lebih banyak waktu untuk “hidup”.
Apa itu digital detox?
Digital detox adalah sebuah upaya sadar kita untuk mengurangi waktu di depan layar perangkat elektronik. Walaupun tidak mudah, saya berusaha untuk sedikit-sedikit melakukan digital detox, dengan membangun kebiasaan untuk tidak terlalu lama di depan gadget.
Saya mau berbagi sedikit saja beberapa hal saya lakukan khususnya dengan smartphone ya:
1) Mematikan notifikasi sebagian besar aplikasi

Kebanyakan aplikasi di smartphone saya matikan fitur notifikasi (termasuk media sosial), saya hanya pilih beberapa yang penting saja sepeti e-mail atau whatsapp. Itu pun banyak grup-grup WA yang jumlah anggota-nya besar saya mute, karena tidak mau terlalu sering terganggu oleh notifikasi terus-terusan. Jadi kalaupun ingin mengecek ada update apa di media sosial, secara sadar saya harus membuka aplikasinya, bukan karena terus-terusan diingatkan. Disini saya belajar untuk memiliki lebih banyak kontrol terhadap kehidupan.
2) Mematikan smartphone di malam hari
Yes, betul pada aat saya menulis ini, saya matikan smartphone saya setiap malam alias TURN OFF, bukan cuma airplane mode loh. hehe.. Biasanya sekitar jam 8-9 malam saya sudah mematikan hp, awalnya agak aneh dan bingung, tapi lama-lama jadi terbiasa dan tidak terasa berat lagi.
Di pagi hari pun secara sadar saya menyalakan kembali hp ketika sudah siap mulai beraktivitas, jadi saya tidak lagi membuka mata langsung melihat layar. Saya juga merasa anxiety berkurang banyak semenjak memulai kebiasaan baru ini.
Jujur, kadang ada hari-hari yang saya mematikan hp lebih malam, tapi ya.. nggak apa-apa, setidaknya saya mulai merasa nyaman dan tidak merasa ketergantungan lagi.
3) Keluar dari media sosial di akhir pekan
Walaupun bisa dibilang saya tidak terlalu sering meng-update media sosial, seringkali saya tenggalam hanya sekedar membaca update mulai dari berita terbaru, kabar selebriti sampai menonton video (pembelaan saya, video yang saya tonton berfaedah *duh).
Begitu banyak waktu terlewatkan, terus menyesal, kok mengabiskan banyak waktu begitu saja? Bisa saja saya melakukan hal lain yang lebih penting, atau minimal memperbanyak istirahat lah…
Akhirnya saya putuskan untuk log out semua media sosial setiap weekend. Kalaupun mendadak perlu (misalnya terkait kerjaan), saya harus mengakses lewat laptop, memang lebih effort, tapi juga membuat tidak terlalu tergantung.
4) Tidak menggunakan smartphone pada saat makan

Ini salah satu yang pertama kali saya bangun kebiasaannya. Saya belajar untuk tidak menggunakan hp saya ketika makan. Terlebih ketika sedang bersama orang lain, saya belajar untuk menahan diri dan menaruh hp saya tersebut di tas saja, tidak di meja makan.
Walaupun rasanya kecil, langkah ini cukup banyak pengaruh-nya untuk kehidupan saya. Saya jadi lebih fokus untuk menikmati hidangan saya, ataupun misalnya jika bersama orang lain, saya juga jadi lebih fokus mendengarkan teman bicara saya dan menikmati waktu bersama.
Hmm apa lagi ya…
Sebenarnya banyak sih yang bisa dilakukan, misalnya dengan menggunakan fasilitas wellbeing yang ada di aplikasi, seperti dengan membuat target screen time, sekali-kali pergi ke yang dekat (misalnya mini market) tanpa membawa hp, dan lainnya…
Namun setidaknya empat poin besar diatas tersebut sih yang menurut saya sangat berpengaruh banyak. Saya merasa jauh lebih sehat, dan pastinya lebih tenang, hehe… Saya juga bisa lebih fokus pada hal-hal penting di depan mata saya, dan tidak merasa insecure berlebihan jika sekali-kali tidak terkoneksi dengan ‘dunia luar’. Saya juga lebih perhatian terhadap diri dan sekeliling saya. Saya lebih menghargai kehidupan yang ada di depan.
Sebetulnya tidak ada yang salah kok dengan penggunaan gadget, yang penting kita tidak “kehilangan” diri kita. Saya senang menghabiskan waktu dengan diri saya sendiri sama halnya dengan orang lain, baik secara langsung maupun online. Saya pikir kita bisa mulai dengan langkah-langkah kecil untuk membuat hidup lebih baik.
The less time we spend on our screens, the more time we have to spend with our life.
Semoga bermanfaat ya.
With love and light,
Inuk 🍵
Update Agustus 2022:
Berbicara mengenai digital detox erat kaitannya dengan dengan gratitude. Artikel ini menjadi salah satu inspirasi saya menulis buku “I Am Worthy, Menerima Diri Sepenuhnya Tanpa Tapi” . Kalau kamu ingin lebih jauh belajar mengenal dan memahami diri kamu serta memulai perjalanan indah Self-love journey ini, silakan cek info lengkap mengenai buku saya disini ya.
Image by Pexels.com

Leave a comment