Forgiveness: berdamai dengan diri

Tentang memaafkan

Walaupun dari luar tampak baik, kenyataan-nya saya tidak tenang dan saya tidak habis pikir, kok saya tidak tenang? Saya masih menyimpan banyak kekesalan dan kekecewaan terhadap diri sendiri. Saya menemukan bahwa saya belum menyadari sepenuhnya bahwa saya belum berdamai dengan diri sendiri, dan berlindung di balik sebuah perisai citra diri “saya orang baik dan tangguh”. Saya belum benar-benar bisa menerima dan memaafkan diri sendiri.

Trus gimana caranya? Sebenarnya banyak yang bisa dilakukan, tapi saya coba share disini salah satu metode yang paling efektif ya, berdasarkan pengalaman pribadi hehe…

Menyadari

forgiveness

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyadari dan mengakui hal-hal apa saja yang membuat kita merasa sulit memaafkan sendiri. Untuk saya pribadi, banyak banget! Saya tidak berada pada tahapan hidup dimana saya pikir saya seharusnya berada, saya malu akan banyak kejadian di masa lalu, saya sedih pernah menyakiti orang lain di masa lalu, saya merasa mengecewakan orang tua saya, saya tidak bisa menerima diri saya apa adanya… dan banyak lainnya.

Mengakui bahwa banyak hal yang membuat sulit menerima diri sendiri dengan segala kekurangan diri memang tidak mudah, tapi penting untuk dilakukan.

Memaafkan

Semua hal yang saya lakukan dalam perjalanan healing and growing ini membawa saya ke momen ini dimana saya belajar memaafkan diri saya sendiri dan menerima diri saya apa-adanya. Kalau mengikuti blog ini, mungkin familiar kalo saya suka menulis jurnal ~ ini salah satu cara saya belajar berlaku lembut kepada diri yang dimulai dari bersyukur.

Sebagai bagian dari dari jalan ninja saya alias personal growth journey, baru-baru ini saya mengambil course Speak and Inspire oleh Nisa Nichols di Mindvalley. Ini adalah quest kedua saya disana, dan saya tidak menyangka sama sekali bahwa disini saya dipertemukan dengan diri saya sendiri dan belajar memafkan diri sendiri. Saya pikir saya hanya belajar mengenai berbicara di depan publik, tapi disini saya belajar untuk menerima dan mencintai diri sendiri, dan belajar berbicara dengan kejujuran tanpa menutupi apa-apa.

Saya belajar berdamai dengan diri saya sendiri..

The mirror work

Saya ingin berbagi sebuah tips sederhana. Salah satu tugas di course ini adalah melakukan mirror work setiap hari (disamping tugas lain yg susah-susah haha..). Jadi begini, setiap hari saya harus ngomong di kaca mengenai 7 hal yang saya banggakan (proud), 7 hal yang saya maafkan diri (forgive), dan 7 hal yang saya berkomitmen (commit) untuk..

I’m proud of myself for… 7x

I forgive myself for..7x

I commit myself for..7x

Saya pikir ah gampang….paling cuma 5 menit! Eh, ternyata tidak mudah sama sekali khususnya di awal-awal. Saya menangis pertama kali saya melakukan ini, lebih mudah untuk menemukan 7 hal yang membuat saya “bangga” dengan diri sendiri, namun ketika bagian “memaafkan”.. saya tidak sanggup menahan air mata.. Butuh waktu untuk belajar mengungkapkan perasaan dan isi hati saya. Untungnya, selanjutnya dengan ” 7 komitmen” saya terinspirasi untuk menjadi lebih baik lagi. Ini seperti obat dari pernyataan sebelumnya.

Contohnya seperti ini…

Di bagian perasaan bangga kita bisa membuat list misalnya pencapaian diri kita. Saya bisa bilang, I’m proud of myself that I went through so much but I kept going, I’m proud of myself that I have jobs that I love… dan seterusnya..

Nah yang susah itu bagian kedua, I said something like this in the forgiveness part..

I forgive myself for hurting people in the past, I forgive myself for not being in the place that I thought I was supposed to be, I forgive myself for letting myself got into unhealthy relationships in the past, I forgive myself for feeling that I’m dissapointing my parents, I forgive myself for not accepting myself ~ my flaws and scars, I forgive myself for hard to forgive myself….

Setiap hari narasi-nya bisa berbeda, tergantung apa yang kita rasakan setiap harinya. Namun ada beberapa hal yang rasanya harus saya ulang-ulang setiap hari. Tidak mudah untuk mengakui hal-hal seperti ini dan saya belajar menelan semua kekecewaan diri saya setiap harinya, untuk memaafkan semua kekurangan diri.

Bonusnya.. di bagian komitmen, kita bisa membangun inspirasi untuk diri sendiri. Saya biasanya bilang.. I commit myself to extend compassion to myself, I commit to myself to learn forgiving myself, I commit myself to love my self more everyday, I commit myself to be the best version I can be… dan seterusnya…

Tips sederhana ini memberikan dampak besar dalam perjalanan saya memaafkan diri sandiri, yang berujung pada sebuah penerimaan diri dan perasaan mencintai diri saya sendiri dengan segala kekurangan yang saya miliki. Sampai hari ini saya masih sering melakukan mirror work ini dan semakin lama semakin mudah.

Untuk yang merasa mengalami hal yang sama, saya pikir tidak ada salahnya dicoba. Saran saya coba lakukan setiap pagi dan minimal 21 hari tanpa terputus dan lihatlah apa yang terjadi. Oh ya, saya memberi contoh pake Bahasa Inggris, karena saya melakukan mirror work ini dalam Bahasa Inggris, hehe.. tapi tentunya boleh saja kok di adaptasi ke Bahasa Indonesia jika dirasa lebih nyaman.

Pada akhirnya..

Saya mulai berdamai dengan diri. Belajar bahwa semua itu butuh proses, termasuk belajar mencintai diri saya sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan saya (teaser untuk tulisan berikutnya :).

I hope this post serves you.

With love and light
Inuk 🍵


Photos from Pexels

2 responses to “Forgiveness: berdamai dengan diri”

  1. Dear Inuk, terimakasih tulisan indahnya juga sharing asiknya untuk komunitas SELFLOVE BALI hari ini. Terlampir videonya ya. https://youtu.be/Lpkz40CzZbA We love you! Keep sharing keep inspiring..

    Like

    1. Dear Mba Jero, terima kasih undangannya… senang sekali rasanya bisa berbagi. I’m so honored. Sending love and light! ❤✨

      Like

Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.