Healthy boundaries: menjaga batasan yang sehat

Ya, saya sendiri dulu sering merasa seperti ini. Sering sekali saya ditanya mengenai hal ini, bagaimana sulitnya untuk menolak permintaan orang lain. Budaya tidak enakan sepertinya cukup mengakar ya dalam pergaulan sosial, jadi saya ingin bahas hari ini. Yuk kita belajar mengenai bagaimana menjaga healthy boundaries atau batasan yang sehat!

Beberapa hari yang lalu, bahkan saya mengalami sendiri. Salah seorang anggota keluarga meminta bantuan saya tengah malam ketika saya baru pulang, dan saya menolaknya. Bukan karena saya tidak ingin membantu, namun pada jam tersebut saya sedang merasa capai dan juga, ah rasanya ini sudah berulang kali terjadi. Dahulu saya sering diminta bantuan dan selalu menyanggupinya walaupun tidak dalam kondisi terbaik saya. Alih-alih hubungan kami sebagai keluarga semakin dekat, akhirnya kejadian ini malah terus berulang. Padahal saya tahu benar, seringkali permintaannya tersebut bukan sesuatu hal yang sangat penting, atau mengancam nyawa (kalau ini lain lagi ya).

Saya baru sadar, ternyata selama ini saya tidak pernah memberi batasan yang sehat juga. Saya menuruti saja, dan ternyata tidak memberikan value juga untuk diri saya. Akibatnya, anggota keluarga tersebut juga tidak belajar menghormati kebutuhan orang lain.

Oke, jadi gimana dong caranya?

Yuk langsung aja.

1) Check in with yourself

Pertama, berhenti sejenak dan tanya pada diri sendiri, khususnya dalam situasi di mana kita harus membuat pilihan. 

Misalnya, seorang teman mengajak karaoke sepulang kerja, padahal kita sedang sangat lelah. Coba berhenti sejenak, tanya ke diri sendiri dalam hati, “Hai [nama kamu], kamu lagi capek banget, ya? Kamu butuhnya apa? Apakah mau pulang saja dan mandi air hangat, lalu makan enak supaya lebih nyaman, atau mau karaokean siapa tau malah jadi enggak capek?” 

Kemudian, jawab dengan jujur, namun juga dari kacamata yang netral bukan sekedar emosional.

Saya sering sekali bertanya ke diri sendiri dalam berbagai situasi sebelum memutuskan. Biasanya kalau kita berhenti sejenak, keputusan yang kita buat akan lebih masuk akal dan pada akhirnya kita tidak menyesalinya, karena sudah dipikirkan baik-baik.

Sometimes, saying NO is the most loving thing to say to the other person, and yourself.

Percayalah bahwa keputusan untuk memprioritaskan kebutuhan kamu adalah yang terbaik. Coba bayangkan kalau kamu dalam kondisi lelah tersebut kamu tetap pergi, tidak hanya kamu tidak bisa jadi diri sendiri dan menjadi teman yang baik, biasanya pulangnya kamu malah jauh lebih capai dan kesal kan? Apakah ini membawa kebaikan untuk kamu dan temanmu?

2) Create energetic boundaries

Bayangkan ada bunga mawar merah di depan kamu, jaraknya kira-kira seuluran tangan, dan dia akan membantu kamu memberi batasan yang sehat sepanjang hari (bahkan ketika kamu lupa di siang hari!). 

Bayangkan bunga mawar tersebut memberi batasan yang sehat antara kamu dan orang-orang di sekitarmu. 

They have the space to be 100% themselves and you have the space 100% yourself.

Kamu dan mereka punya ruang masing-masing untuk jadi diri sendiri.

Tambahannya, kalau kamu suka meditasi di pagi hari seperti saya, kamu bisa menyelipkan permission rose ini dalam meditasi kamu. 

Mungkin terdengar aneh, ya? Tapi menurut saya, tidak ada salahnya dicoba. Buat saya sendiri, ini sangat membantu saya menjadi jauh tidak emosional ketika berhadapan dengan orang lain! 

3) Communicate your needs

Terakhir, yang pasti adalah komunikasi, dan mungkin ini paling tidak mudah. Sedikit banyak kita harus belajar juga mengomunikasikan apa yang kita mau dan tidak mau ke orang lain. Silakan utarakan apa kebutuhanmu kepada keluarga, teman, pasangan, atau siapapun. Lakukan dengan penuh kasih sayang.

It is okay to honor your needs.

Bukan hal mudah, namun kalau kita menyadari bahwa kebahagiaan kita adalah yang terpenting, kita akan lebih mudah juga mengomunikasikan kebutuhan kita.

Semangat, ya!  

Much love,
Inuk 💗

Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.