Salah satu hal penting yang banyak mengubah saya dalam melihat segala hal adalah cara bertanya saya, khususnya kepada diri sendiri. Ternyata banyak sekali berbagai pemecahan masalah ataupun pembuatan keputusan bergantung pada bagaimana kita bertanya kepada diri kiti sendiri. Bagaimana supaya kita bisa lebih mendengarkan intuisi atau kata hati kita dalam menjalani kehidupan atau membuat keputusan yang lebih baik?
Kebiasaan bertanya kita

Sebelumnya mari kita ingat-ingat, jika kita kepentok sebuah masalah dalam kehidupan, hal apa yang paling sering kita lakukan? Yes, biasanya kita akan lebih sibuk bertanya kepada orang lain, mencari validasi atas perspektif diri kita. Dan menurut saya, tidak ada yang salah kok!
Namun biasanya.. ketika kita melakukan ini terlalu banyak, kita jadi kurang mempercayai diri kita sendiri, dan terlalu tergantung oleh pendapat orang lain. Padahal, bisa jadi terdapat perbedaan perspektif dan konteks yang tidak selalu tepat. Pada akhirnya, tentu saja diri kita sendiri yang harus mengambil keputusan yang terbaik untuk diri kita.
Dan biasanya.. kita akan terjebak pada sebuah pertanyaan seperti ini..
Is this right? What is the right thing to do? am I doing wrong?
Ini benar nggak sih? Apa yang benar yang seharusnya saya lakukan? Apakah aku salah?
Seringnya kita terjebak pada pertanyaan yang jawabannya mengharuskan jawabannya “benar atau salah” atau, “yang benar adalah..”. Padahal ketika kita terjebak pada cap benar and salah, seringkali pada saat yang sama kita terjebak pada sebuah judgment yang belum tentu bermanfaat untuk diri kita.
Kenapa? Karena perkara “benar atau salah” dalam hidup biasanya sangat tergantung pada perspektif, konteks, pengalaman hidup dari setiap individu, yang biasanya bisa berbeda satu sama lain.
Mengganti pertanyaan yang lebih baik

Jadi bagaimana supaya kita bisa lebih percaya diri dalam memilih atau membuat keputusan?
Bertanya kepada diri sendiri dengan pertanyaan yang lebih baik.
Karena pertanyaan yang lebih baik akan menghasilkan jawaban yang lebih baik juga. Ok, bagaimana kalau kita ganti pertanyaan sebelumnya menjadi seperti ini..
Is this useful for me? Does it bring value to me? Does it feel good or true to me?
Apakah pilihan ini bermanfaat untukku? Apakah ini membawa kebaikan untuk diriku? Apakah ini terasa baik untukku?
Saya percaya kita akan mendapatkan jawaban yang lebih baik untuk diri kita sendiri, dari diri kita sendiri dan dari dalam hati kita yang terdalam.
Tentu saja boleh saja kita tetap bertanya kepada orang yang kita percaya, namun tetap kembalikan lagi ke diri kita. Karena pada akhirnya kita yang akan membuat keputusan akan diri kita dan mengambil tanggung jawab akan apa yang terjadi setelahnya.
Sebagai contoh sederhana, beberapa client saya bertanya dalam sesi coaching “saya sering merasa anxious, apakah saya harus melakukan meditasi supaya pikiran saya lebih tenang?” . Well, saya tidak akan menjawab iya (hanya karena saya suka sekali meditasi), namun saya akan tanya balik ke client saya “apakah menurut kamu meditasi berguna untuk kamu dan bisa membantu kamu?”.
Buat saya ini bukan soal benar atau salah, karena apa yang saya anggap “benar” bisa jadi tidak sesuai untuk orang lain. Beberapa akan menjawab iya, namun ada juga yang menjawab tidak. Dan tentu saja, banyak cara lain yang bisa kita lakukan kalau memang tujuannya adalah menenangkan pikiran. Kita bisa berdoa, menulis jurnal, berolahraga ataupun melakukan aktivitas lain. Tergantung kita cocoknya apa. Setiap orang boleh saja punya preferensi berbeda kan.
Mendengarkan intuisi dan suara hati

Saya percaya kita semua dilahirkan dengan intuisi dan suara hati yang selalu siap membimbing kita dalam menjalani kehidupan. Yang kita butuhkan hanyalah mendengarkan lebih baik lagi.
Bagi saya pribadi, dengan mengganti pertanyaan default saya lebih baik, saya bisa mengenali diri saya lebih baik dan juga membuat keputusan yang lebih baik. Tidak terkira bagaimana saya mengambil manfaat dari hal ini, dan tentu saya kepercayaan diri saya juga bertumbuh seiring dengan semakin sering saya mempraktekkan ini. Menarik kan?
Coba sekarang kamu renungkan, hal apa yang sedang mengganggu kamu saat ini. Mungkin kamu bingung harus memilih sebuah pilihan, atau memutuskan sesuatu. Sebelum kamu bertanya ke orang lain, coba bertanya ke diri sendiri dulu dengan pertanyaan berikut:
- Apakah (pilihan atau keputusan) ini bermanfaat atau berguna untukku?
- Apakah (pilihan atau keputusan) ini membawa kebaikan untuk diriku?
- Bagaimana perasaanku mengenai hal ini? Apakah aku merasa lebih baik jika aku…?
Dengarkan intuisi dan suara hatimu. Apa yang dikatakannya?
Semoga tulisan ini bermanfaat, dan kita semua bisa belajar untuk menjalani kehidupan kita lebih baik lagi. Amin..
With so much love,
Inuk ❤
*photo by Pexels

Leave a comment