Kita semua paham, kalau kita berjanji itu harus ditepati. Dari kecil kita sudah diajarkan mengenai hal ini. Namun bagaimana dengan ketika kita berjanji pada diri sendiri? Apakah kita terbiasa menepati janji pada diri, atau malah sebaliknya, cenderung menyepelekannya?
Ketika kita bicara soal konsep integritas, seringkali kita melupakan integritas kepada diri sendiri.
Apakah kita melakukan apa yang dikatakan?
Apakah kita melakukan apa yang dijanjikan?
Hari ini saya berefleksi ke diri saya mengenai hal ini. Berapa banyak janji yang saya tidak tepati atau sepelekan. Saya mencoba mengingat kembali hal-hal apa saja.
Pertama-tama saya membuka buku catatan pekerjaan, ketika dicek kembali, saya menemukan banyak sekali pekerjaan yang saya tunda-tunda. Beberapa list pekerjaan yang saya berjanji akan melakukannya ternyata belum saya kerjakan tepat pada waktunya. Berapa banyak saya berjanji akan menyelesaikan sesuatu namun tidak saya tepati?
Saya teringat juga, bulan Ramadan ini saya berjanji pada diri saya akan mengurangi konsumsi media sosial dan Youtube melalui handphone makanya saya uninstall semua aplikasi tersebut. Saya bilang kepada diri saya boleh saja lihat-lihat, namun melalui laptop saja supaya tidak terlalu lama. Ternyata, sudah 3 kali saya install kembali (walaupun pada akhirnya saya uninstall juga). Ah.. lagi-lagi tidak menepati janji.
Dan banyak hal lainnya, dari hal-hal kecil sampai besar. Mulai dari janji akan rajin berolahraga, makan lebih sehat, sampai membeli sesuatu. Ah, saya jadi sedih..
Apa yang sebenarnya terjadi jika kita tidak menepati janji kepada diri sendiri?

Saya jadi teringat kembali percakapan dengan salah satu client saya, dia cerita bagaimana kebiasaan tidak menepati janji pada diri sendiri ini berakibat terhadap konflik besar dalam diri yang tidak disadari yang berujung pada kemarahan besar. Kemarahan inilah yang pada akhirnya menghambat kebahagiaannya.
Memang tidak menepati janji pada diri sendiri sepertinya jauh lebih mudah, karena tidak terasa ada konsekuensi-nya. Namun, sama halnya dengan ketika kita tidak menepati janji kepada orang lain dimana berkurangnya rasa percaya orang tersebut pada diri kita, tanpa kita sadari sebenarnya kita juga mengurangi rasa percaya kita kepada diri kita sendiri (self-belief). Tentu saja kita tidak ingin hilangnya kepercayaan pada diri kita kan?
Namun bagaimana kalau ada suatu hal yang tidak bisa kita hindari, sehingga kita tidak bisa menepati janji kepada diri sendiri?
Well, tentu saja sama halnya dengan berjanji ke orang lain, kita harus bilang kepada diri kita mengenai alasannya. Dan bagaimana kita memperbarui atau memperbaiki term perjanjian tersebut. Pastikan kita berdamai dengan diri kita dengan menempatkan integritas sebagai landasan utama.
Bagaimana kita bisa menghormati diri kita jika kita sendiri tidak menepati janji? Dan bagaimana kita bisa menghormati orang lain tanpa menghormati diri sendiri?
Bagaimana kita bisa mencintai diri kita jika sendiri tidak menghormati diri kita?
Hari ini saya menulis blog post ini, karena saya berjanji akan membuat tulisan baru di minggu ini. Saya ingin terus belajar menghormati diri saya dengan menepati janji yang saya buat. Saya percaya akan bisa lebih baik lagi. Doakan ya..🙏
Semoga bermanfaat. 🙏
Lots of love
Inuk ❤️

*Ps. Selamat menjalankan ibadah Ramadan untuk teman-teman yang menjalankan dari saya dan keponakan-keponakan tersayang. Semoga Ramadan ini membawa banyak kebaikan untuk kita semua. Amin.. 🙏
*Pps. I’m on a mission to help you create the most fulfilling extraordinary life you love. Here’s how I can support you:Â
1) Read my personal journey and reflection to inspire you in your own journeyÂ
2) Meditate with me to find calmness in life
3) Go deeper with books and deep dive in your personal journeyÂ
4) Transform your life dramatically with my coaching program
5) Find out how my executive coaching program (bahasa Indonesia) helps you to create an extraordinary professional and personal life
6) Love yourself unconditionally and find your purpose to create a fulfilling life with my life-coaching program (bahasa Indonesia)

Leave a comment