Tidak terasa bulan puasa akan segera berakhir. Buat saya pribadi, selain berpuasa, bulan ini saja juga melakukan sebuah ekperimen menarik pada diri sendiri. Saya memutuskan untuk puasa media sosial juga, dengan uninstall semua media sosial saya di handphone seperti Instagram, Facebook, dan juga Youtube. Disaat yang sama, langganan Netflix dan Disney Hotstar saya juga sudah habis dan belum diperpanjang lagi.
Saya pernah menulis mengenai digital detox beberapa tahun lalu, dan saya benar-benar mempraktekannya. Namun jujur, pada kenyataannya sulit sekali untuk konsisten dalam jangka panjang, terlebih belakangan ini saya merasa tarikannya begitu kuatnya.
Walaupun saya tahu banyak juga konten positif di media sosial, tapi pada saat yang sama saya merasa terlalu banyak menghabiskan waktu disana. Saya pribadi tidak ada di semua media sosial, bahkan sampai sekarang saya tidak punya akun Twitter atau Tiktok. Namun tetap saja, saya sering terjebak mengkonsumsi konten tidak ada habisnya.
Belum lagi kalau saya diam-diam mulai membandingkan diri dengan orang lain..
And I feel bad about myself..

Saya juga pernah mendiskusikan ini juga dengan life coach saya. Memang sulit sebenarnya untuk menjadi lebih sadar di tengah gempuran konten dan informasi yang datang ke kita, khususnya melalui media sosial. Bayangkan saja, dibalik aplikasi tersebut ada ribuan engineer dan tenaga ahli yang mendedikasikan kerja kita untuk tidak keluar dari platform tersebut.
Scroll..scroll.. and bottomless scroll..
This is the war we are not going to win. Ever.
Ya, ini adalah peperangan yang tidak mungkin kita menangkan. Seberapa sadarpun diri kita sangat sulit untuk mengendalikan diri kita jika kita sudah masuk ke medan perang. Jadi salah satu cara untuk belajar lebih sadar dalam mengkonsumsi konten media sosial adalah dengan tidak masuk ke medan perang sama sekali. Dan itulah yang saya coba lakukan di bulan puasa ini..
Seperti saya bilang, saya uninstall semua media sosial saya, termasuk juga Youtube. Namun, saya juga memberikan fleksibilitas ke diri saya dengan membolehkan mengakses media sosial hanya melalui laptop – dimana tidak akan terlalu lama juga.
Ternyata tidak mudah.. Saya juga sempat install kembali, dan uninstall lagi sesaat karena “gatal” dan dihinggapi perasaan bosan. Namun, setelah beberapa lama saya mulai terbiasa kembali.
Pelajaran dari eksperimen ini
1) Ternyata saya punya waktu untuk semua
Yes, saya kaget sekali. pada awalnya saya jadi bingung karena ternyata banyak sekali waktu yang saya miliki. Saya jadi dipaksa berpikir untuk lebih sadar lagi untuk apa menggunakan waktu yang berlimpah ini…
Saya jadi berpikir keras, sebenarnya hal-hal apa sih yang ingin saya lakukan? saya mulai membaca buku yang ingin saya baca ulang dan pelajari, saya mengikuti online course yang dari dulu ingin di ambil, saya lebih fokus dengan latihan piano saya. Dan yang terpenting, jadwal tidur saya jauh lebih teratur.
2) Hidup lebih sadar dan menikmati setiap momen
Ternyata ini jadi latihan mindfulness yang luar biasa. Jadi jadi tersadar betapa banyak hal-hal yang terlewat begitu saja, sampai saya jadi tidak excited lagi terhadap momen di depan saya. Saya jadi sangat mensyukuri waktu yang saya miliki.
Saya jadi tidak terburu-buru lagi, dan bisa menikmati setiap waktu. Saya jadi menghabiskan lebih banyak waktu untuk merawat tanaman saya, belajar hal-hal yang saya suka, bahkan momen mencuci piring pun bisa jadi sangat menyenangkan.
3) Lebih menghargai hubungan
Salah satu hal yang saya lakukan ketika bengong dengan waktu yang banyak tersebut adalah keinginan saya untuk connect dengan teman-teman terutama tema-teman lama. Saya jadi menyisihkan waktu untuk bertanya kabar, bahkan merencanakan ketemuan. Seneng deh.
Ternyata hanya dengan langkah kecil ini, saya melihat perubahan-perubahan yang cukup signifikan dalam kehidupan saya.
Apakah saya akan kembali lagi?
Well, seperti saya bilang sebelumnya, saya tidak benar-benar keluar dari media sosial. Beberapa kali saya masih akses melalui laptop, apalagi ketika terkait pekerjaan. Saya belum tau apakah saya akan install lagi di handphone atau tidak. Jikapun iya, saya yakin saya sudah jauh lebih siap untuk tidak menenggelamkan diri di media sosial.
Saya bukan anti media sosial. Saya percaya masih banyak konten yang baik dan bermanfaat, dan saya juga masih menggunakannya untuk beberapa hal terkait pekerjaan.
Namun, yang bisa saya bagi disini adalah, ternyata bisa kok kita lebih sadar lagi. Banyak cara yang bisa kita lakukan, tapi mungkin salah satunya adalah dengan memulai untuk sekali-kali break dari media sosial..
Saya jadi ingat video yang saya tunjukkan kemarin di kelas ketika saya mengajar. Boleh ditonton ya.. mungkin bisa menambah inspirasi.
Lots of love,
Inuk ❤️
Ps. I’m on a mission to help you create the most fulfilling extraordinary life you love. Here’s how I can support you:
1) Read my personal journey and reflection to inspire you in your own journey
2) Meditate with me to find calmness in life
3) Go deeper with books and deep dive in your personal journey
4) Transform your life dramatically with my coaching program
5) Find out how my executive coaching program (bahasa Indonesia) helps you to create an extraordinary professional and personal life
6) Love yourself unconditionally and find your purpose to create a fulfilling life with my life-coaching program (bahasa Indonesia)
*photo header by Pexels

Leave a comment