“I never taught people where to step on ‘2’, because when I learned how to dance there was no ‘2’. We just danced to the music.” –
Frankie Manning
Akhir minggu lalu saya ikutan event Bali Lindy Exchange 2023 di Ubud, Bali. Seperti yang teman-teman mungkin sudah tau, saya suka sekali swing dancing (sebutan lainnya Lindy Hop)!
I had so much fun at the event!
Pada dasarnya event ini adalah pesta besar swing-dance dimana orang-orang dari berbagai negara datang untuk berdansa 3 hari 3 malam (hehe). Walaupun saya tidak bisa bilang diri saya ahli banget dalam berdansa swing dance, saya suka sekali berpartisipasi dalam event-event seperti ini.
Anyway.. berdansa membuat saya bahagia, dan saya bersyukur sekali menjadi bagian dalam komunitas global ini. Saya jadi refleksi kembali ke diri saya dan menemukan bahwa saya belajar banyak mengenai kehidupan dari berdansa, dan bagaimana itu berkontribusi terhadap transformasi diri saya beberapa tahun terakhir.
Ini beberapa hal yang saya pelajari…
Enjoying life in the present moment
Dancing is about being in the flow of movement and music.
Berdansa sebenarnya adalah bagaimana kita bisa mengalir bersama gerakan dan musik. Ini yang bikin saya jatuh cinta sekali dengan swing dancing, pada dasarnya itu 99% improvisasi. Saya nggak mikir ketika berdansa (terutama karena saya mengambil peran sebagai “follow’” hehe..)
Ketika kita mulai berdansa, kita akan fokus pada berdansa. Tidak ada pikiran macam-macam. Tentu saja kita sudah belajar gerakan-gerakan dasar sebelumnya, namun ketika kita berdansa secara sosial.. ya kita dansa saja. Kita berserah pada flow dan musik. Tidak mengkhawatirkan akan melakukan kesalahan, malah, kita banyak bikin salah sebenarnya.
Ketika kita berdansa, diri kita penuh berada di masa sekarang. Tidak mengkhawatirkan masa lalu, atau cemas memikirkan masa depan. Bayangkan kalau kita bisa menjalani hidup seperti ini?
Giving trust
Pada dasaranya dalam berdansa ada dua peran besar, kita bisa menjadi “lead” atau “follow”, dan ini tidak tergantung pada gender ya, siapa saja bisa menjadi salah satunya. Saya paling banyak menjadi “follow” karena lebih nyaman untuk saya. Disini saya belajar untuk memberikan kepercayaan sepenuhnya pada “lead”, apakan yang ia arahkan, saya akan mengikutinya sepenuh hati. Dan inilah yang membuat dansa mengalir dengan indahnya..
Hidup terkadang adalah tentang memberikan kepecayaan kepada orang-orang yang mengasihi kita bahwa kita selalu di dukung. Kita tidak harus mengkontrol semuanya. Percaya bahwa kita selalu didukung dan kita akan menemukan keindahan hidup di setiap momen-nya.
Growing confidence
Yes, saya belajar banyak mengenai kepercayaan diri dari berdansa. Saya terngat pertama kali belajar, datang ke komunitas swing-dance di Jakarta sekitar lima tahun lalu dan tidak tahu apa-apa. Saya malu sekali, rasanya aneh sekali berdansa dengan orang yang baru saya kenal, rasanya semua orang memperhatikan saya.
Seiring bejalannya dengan waktu, saya belajar berdansa lebih baik, dan juga mulai menumbuhkan kepercayaan diri saya. Saya mulai lebih nyaman bertemu orang-orang baru, berdansa dengan mereka, bahkan menari di tengah kerumunan orang di dalam mall, no problemo!
Overcoming fear of rejections
Salah satu ketakutan terbesar saya dalam hidup adalah menghadapi penolakan. Rasanya nggak enak banget, dan jujur seringkali sakit hati rasanya. Namun demikian, dari berdansa saya belajar bahwa tidak apa-apa kalau kita di tolak sekali-kali. Orang kan bisa capek juga, dan seringkali memang waktunya tidak pas saja.
Kalau kita perhatikan lagi, penolakan biasanya sama sekali tidak personal. Seringkali dalam hidup kita melihat penolakan sebagai sesuatu yang personal dan salah, bahkan kita jadi menghakimi diri bahwa ada sesuatu yang salah dari diri kita. Kita takut sekali akan penolakan, sampai seringkali kita jadi tidak mau bertindak.
Being open without judgment
Ketika kita berdansa di sosial, kita belajar untuk menjadi lebih terbuka dan tidak menghakimi orang lain. Kita kita perlu punya ekpektasi berlebihan untuk seseorang berada dalam skil level tertentu, semua orang pada dasarnya cuma ingin bersenang-senang. Setiap orang punya karakter sendiri dalam berdansa sesuai intrepetasinya masing-masing, gaya dan kepribadian juga. Banyak sekali komunikasi non-verbal terjadi sebenarnya.
Pada akhirnya, kita semua berdansa untuk bersenang-senang dan berbahagia. Tidak masalah bagaimana kita berdansa, kita cukup mendengarkan tubuh kita dan berdansa mengikuti musik.
No judgement, only love. How cool is that? ❤️
“I’ve never seen a Lindy Hopper who wasn’t smiling. It’s a happy dance. It makes you feel good.”
Frankie Manning

Afterall, the purpose of dancing is to dance, not to finish. As the purpose of life is to live, not to die.
May you dance through the beauty of life. 🙏
With love,
Coach Inuk ❤️
Ps . I’m on a mission to help you create the most fulfilling extraordinary life you love. So when, you’re ready:
👉 Transform your life dramatically with my coaching program or, simply book a powerful coaching call here
👉 Find out how my executive coaching program helps you to create an extraordinary professional and personal life, atau baca dalam Bahasa Indonesia
👉 Learn to love yourself unconditionally and find your purpose to create a fulfilling life through my life-coaching program, atau baca dalam Bahasa Indonesia

Leave a comment