Pokemon ball dan kedamaian hati

Minggu lalu saya berkumpul dengan teman-teman dekat saya hampir seharian penuh. Kita masak-masak ngejam musik, dan tentunya makan-makan banyak hehe.. Seru banget. I really treasure our friendship.

Anyway, saya bawa kartu yang saya buat beberapa tahun lalu, isi-nya 85 pertanyaan lucu gitu, banyaknya tentang kehidupan. 🙂

Jadi hari ini saya juga mau main sama kamu. Bagaimana kalau kita jawab 2 pertanyaan ini:

Now, pause. Berhenti sebentar.

Take a moment to reflect on the questions, and really think about it..

Kalau jawaban saya ini..

Pokemon ball

Hara Raya Idul Fitri terakhir, keponakan saya Dito yang berusa 10 tahun membelikan Pokemen Ball berisi Psyduck dengan semua uang “angpao”-nya.

Cerita dibaliknya sangat mengharukan. Pas bulan puasa, saya ajak keponakan saya ke Kid Station di sebuah mall. Tentu saja mereka senang sekali karena memang berencana mau beli kartu Pokemon dan mainan. Saya melihat-lihat ke rak dan melihat mainan Pokeman ball, tanda saya sadari Dito melihat. Saya bilang ke Dito kalau saya suka banget sama Psyduck, karakternya lucu banget dan kekuatannya itu loh besan sekali(cuma keluar kalau dia stress, haha).

Dito melihat saya dan bilang, “Onty, nanti kalo Lebaran aku akan beliin Onty ini pake uang lebaran Dito.”. Tentu saja saya bilang jangan, tapi dia maksa.

Dan bener dong, pas Lebaran Dito benar-benar belikan saya mainan ini setelah mengumpulkan uang. Bahkan ibu-nya bilang dia tidak beli apa-apa buat dirinya sendiri.

Saya terharu sekali huhu.. 🥹

I’m not crying, you’re crying. Oh, I love him so much.

Kedamaian hatiku (hampir) tidak relevan dengan dunia luar.

Dulu saya berpikir kalau apa yang terjadi di sekitar saya mempengaruhi apa yang saya rasakan di dalam. Namun belakangan saya menyadari bahwa ini tidak terlalu relevan lagi.

Kalau boleh jujur, saya masih “berjuang” di beberapa area kehidupan saya. Begitulah hidup. Sebagai contoh, mengembangkan bisnis coaching saya bisa sangat sulit dan menantang dari waktu ke waktu. Kalau dulu, saya bisa cemas luar biasa. Tapi sekarang rasanya sangat berbeda.

Saya menyadari bahwa saya bisa fokus dengan apa yang ada di dalam diri, memberikan diri saya ruang untuk memproses pengalaman saya. Memahami bahwa dunia eksternal saya tidak harus mendikte apa yang saya rasakan di dalam. Saya bisa merasa sangat damai bagaimanapun yang terjadi di luar.

Michael Neil, penulis best-seller dan coach, pernah bilang, it’s not about the experience of things, but more about how we experience things.

Tentu saja, sesekali saya juga merasa jatuh atau sedih, tapi saya bisa bangkit dengan lebh mudah. Saya bisa fokus berada di masa ini, dengan keyakinan bahwa semua hal akan terbuka dengan indahnya sebagaimana adanya. And the present moment is good. 🙂

Life is beautiful as it is.

Kalau merasa terpanggi, boleh berbagi ya jawaban kamu dengan saya. Dengan senang hati saya akan membaca semua satu persatu.

Saya suka sekali bermain pertanyaan. Hal ini benar-benar memberikan saya waktu dan ruang untuk berhenti sejenak dan berefleksi terhadap kehidupan saya. Tidak heran kalau saya suka sekali profesi saya sebagai seorang coach. Saya menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang dalam ke klien-klien saya dan membangu saya menemukan jawaban dari dalam dirinya. Hasilnya, mereka akan bergerak dan mengambil tindakan yang sesuai dengan diri sendiri. It’s very empowering.

Have a heartfelt week ❤️
Coach Inuk


Ps . I’m on a mission to help you create the most fulfilling extraordinary life you love. So when, you’re ready:

Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.