Minggu lalu saya posting cerita saya di media sosial tentang bagaimana saya bisa meneruskan pendidikan S2 saya di Inggris. Ternyata saya mendapat banyak respon positif dari situ, agak kaget sebenarnya.
Dari dulu saya memang punya mimpi untuk meneruskan pendidikan ke luar negri, bukan untuk bangga-banggaan, tapi sesederhana saya ingin punya pengalaman tinggal di luar negri. Saya ingin membuka mata saya terhadap berbagai kemungkinan, melihat dunia, bertemu orang-orang baru dan belajar budaya yang lain.. dan saya emang suka sekali belajar.
Saya baca kembali artikel lama ini yang saya tulis jaman dulu kala. Saya ingat waktu itu saya di kamar tidur saya, saat itu masuk musim gugur dan baru saja sampai 2 minggu sebelumnya. Saya pikir, mungkin bisa bantu orang lain kalau saya tulis pengalaman ini. Jadi saya tulis disana langkah-langkah bagaimana saya bisa meneruskan pendidikan di luar negri. Beberapa orang sampai menguhubungi saya karena merasa terinspirasi, bahkan ada yang akhirnya jadi ketemuan!
Namun demikian, disana saya tidak banyak cerita mengenai perasaan saya dan bagaimana saya bisa melewati semuanya. Jadi, saya coba ceritakan kembali ya dengan sedikit perspektif yang berbeda..

Foto ini saya 9 tahun lalu di hari kelulusan saya. Saya menyelesaikan S2 di tanah Ratu (sekarang Raja). 🎓
Ketika saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan saya ke luar negri, kebanyakan orang di sekeliling saya tidak percaya, termasuk orang tua.
Saya datang dari keluarga sederhana dan kelihatannya tidak mungkin saya bisa mencapai itu sendiri. Secara keuangan jauh dari cukup, tabungan pun apalagi. Dan juga saya termasuk bukan kriteria pemberi beasiswa? 🥲
Saya bilang pada mereka, saya tidak tahu bagaimana caranya, namun, saya percaya dari hati yang terdalam bahwa ini adalah sesuatu yang saya harus lakukan.
Saya mengikuti intuisi saya.
Saya melakukan semua yang saya bisa untuk mewujudkan mimpi saya tersebut. Saya berdoa dan berdoa, belajar keras setelah bekerja dan akhir minggu, pergi kesana-kemari untuk mengurus administrasi, dan mengajukan diri untuk pinjaman dan skema beasiswa… hanya untuk di abaikan dan di tolak.
Jalannya tidak mudah, tapi saya tetap berusaha..
Enam bulan kemudian, saya diterima di 3 kampus berbeda di Inggris dan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Indonesia. Rasanya, apakah saya bermimpi?
Bulan September 2013, saya terbang ke Inggris dan memulai lembaran baru dalam hidup saya.
Tahun itu adalah salah satu tahun terbaik dalam hidup saya. Saya bertemu banyak sekali orang-orang baik, dan mengunjungi berbagai tempat yang cuma bisa saya mimpikan sebelumnya.
Percayalah ketika saya bilang, mimpi benar-benar bisa jadi nyata.. ✨
Jadi, adakah satu mimpi yang kamu selalu ada hati kamu? Apa yang kamu bisa lakukan untuk membuat mimpi itu jadi nyata?
Harapan saya adalah semoga kamu berada dalam perjalanan yang luar biasa dalam mewujudkan mimpi-mimpi kamu jadi nyata. ❤️
Dengan cinta dan syukur,
Coach Tri Nuraini
“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”
– Laskar pelangi
Ps. Baca juga soal perjalanan saya ke Edensor
Pps . I’m on a mission to help you create the most fulfilling extraordinary life you love. So when, you’re ready:
👉 Transform your life dramatically with my coaching program or
👉 Find out how my executive coaching program helps you to thrive in success and unlock the extraordinary within , atau baca dalam Bahasa Indonesia
👉 Learn to love yourself unconditionally and find your purpose to create a fulfilling life through my life-coaching program, atau baca dalam Bahasa Indonesia

Leave a comment