Bagaimana melewati masa-masa sulit

Menjadi seorang entrepeneur bagi saya adalah sebuah anugrah, saya sangat mencintai perjalanan saya mengembangkan bisnis ini. Namun, seperti yang sudah disangka, tentu saja perjalanan ini tidak selalu mudah..

Saya mendapati diri saya berada dalam tempat yang gelap selama lima bulan berturut-turut di tahun ini. Dan tidak hanya kondisi bisnis yang menantang, saya pun mengalami masa sulit dalam kesehatan… bolak balik kena flu dan batuk dari waktu ke waktu. Alhamdulillah, menuju akhir tahun, akhirnya saya mulai melihat cahaya dalam terowongan yang gelap tersebut..

Bisnis saya mulai kembali membaik, begitu juga dengan kesehatan saya. Hari ini saya mau berbagi refleksi pengalaman saya melewati masa-masa ini, dengan penuh kasih. Ini beberapa hal yang saya pelajari..

Pertama dan terutama, saya mengingatkan diri bahwa semua akan baik-baik saja. Saya ingat-ingat kembali kepada alasan saya membangun bisnis yang (mudah-mudahan) membantu banyak orang ini. I’m here to serve.

Saya menemukan kembali keselarasan diri dan menjaga keyakinan bahwa saya berada pada jalan yang tepat. Berdoa dan meditasi juga banyak membantu. Jadi saya bisa tetap merasa damai dan fokus.

Saya jadi ingat kata mbak Regan Hyler, success is 80% inner game and 20% actions. Kebanyakan orang melakukan sebaliknya.

Saya menyadari bahwa setiap perjalananan pebisnis itu unik, dan yang saya alami adalah hanya satu fase dalam perjalanan itu. Sungguh ringan rasanya mengetahui bahwa saya punya komitmen jangka panjang disini.

Ketika saya berpikir bagaimana saya melihat diri saya masih akan melakukan ini 5 tahun atau bahkan 25 tahun lagi, semua kesulitan rasanya jadi kecil. Yang perlu saya lakukan adalah terus berusaha setiap hari. I have time. πŸ˜‰

Dalam masa-masa ini, gampang sekali untuk jadi panik dan mengkonsumsi semua informasi yang kita pikir butuhkan. Padahal, bisa jadi pada saat bersamaan ini malah bisa membuat kita kewalahan.

Saya lakukan kebalikannya. Saya menahan diri saya untuk mengambil terlalu banyak input. Saya fokus mendengarkan diri saya dan hanya satu sumber yang selalu saya percaya untuk mendapatkan semua informasi dan penguatan yang saya butuhkan untuk mengembangkan bisnis coaching saya.

Hari ini, saya bersyukur sekali ada disini. Bagi saya pengalaman ini sangat menarik karena saya lihat diri saya sangat rileks dan tenang dalam masa-masa sulit ini (agak aneh rasanya, hehe..). Saya merasa baik, dan itu yang paling penting.

Saya mencintai perjalanan ini, dan saya yakin akan ada masa-masa sulit lainnya dimasa depan. And that’s okay. πŸ™‚

I open my heart to the unknown.

All is well.


Boleh berbagi ya kalau rasanya terpanggil untuk berbagi.

My wish for you that you navigate your journey with love and grace. πŸ™πŸ½

Have a beautiful day!

With love,
Coach Tri Nuraini


Ps . I’m on a mission to help you create the most fulfilling extraordinary life you love. So when, you’re ready:

One response to “Bagaimana melewati masa-masa sulit”

  1. Masa yang saat ini Ayu lewati yaitu dimana semua tak ada satupun yang order Oriflame sekarang ini ayu tetap santai tidak terlalu lagi mendahului chat tentang promosi Oriflame walau terkadang itu bagus untuk kita kedepannya yang bener-bener nanti butuh oriflame.tetapi sepanjang ini tetap promosi Oriflame lewat story saja Dan lebih santai tidak ngepush orang lagi untuk membeli product Oriflame.kecuali Dia butuh dan wa saat ini

    Like

Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍡

Processing…
Success! You're on the list.