Seorang client datang ke saya beberapa bulan lalu dan bercerita betapa ia tidak bahagia dengan pekerjaannya saat itu. Dia adalah seorang leader yang hebat yang sudah bekerja lama di area keahlian dan industrinya mencapai posisi manajemen tersebut, seperti yang selalu ia impikan semenjak kuliah.
Dia bertanya kepada saya, “kenapa saya tidak bahagia? Saya kan sudah mencapai mimpi saya. Kenapa kok rasanya saya tidak penuh? Bukankah saya harusnya bahagia?”
Saya tidak menjawab pertanyaannya.
Saya hanya bertanya balik, “Apa yang membuat kamu bahagia saat ini? Apa prioritas kamu?”
Dia terdiam.
Dan akhirnya menjawab, “Waktu yang berkualitas dengan anak laki-laki saya”.
Dia menyadari bahwa ternyata dia tidak memiliki itu. Walaupuan ia sangat mencintai pekerjannya, ternyata prioritasnya sudah berubah semenjak ia melahirkan anak laki-lakinya tersebut. Selama ini ia berpikir bahwa ia seharusnya selalu bahagia karena sudah mencapai yang ia impikan selama ini.
Saya bilang kepadanya, “It’s okay to change”.
Berubah itu tidak apa-apa.
Dia terdiam lagi.
Kemudian menitikkan air mata.
.
.
Mungkin saya terlalu menyederhanakan cerita ini, karena tentu saja banyak hal lain yang menjadi pertimbangan. Namun, saya harap pesan saya tersampaikan.
It’s okay to change

Kita semua tahu kalau kita ini manusia. Pikiran dan prilaku kita berubah selama kita bertumbuh. Kita berubah, berevolusi, dan semoga selalu lebih baik. Hal ini wajar adanya.
Dan jika perubahan ini melibatkan juga mimpi-mimpi kita, itu juga wajar adanya.
Saya refleksi hal ini ke diri saya. Kalau kamu bertanya pada saya tiga tahun lalu, saya tidak akan pernah menyangka bahwa saya akan menjadi seorang coach. Saya tidak tahu mengenai profesi ini sebelumnya, apalagi menjadi sebuah pilihan karir.
Saya bertumbuh banyak beberapa tahun terakhirnya dan saya menyadari bahwa mimpi saya juga berubah. Mimpi-mimpi lama saya tidak terasa penuh lagi.
Jujur, rasanya aneh karena dulu saya pikir saya sudah sampai ketempat yang saya inginkan. Saya berada di puncak karir saya, dan saya pikir saya sudah selesai.
Akhirnya saya harus merelakan diri saya yang lama. Saya menyadari bahwa kita ini tidak pernah sampai. Kita selalu dalam sebuah perjalanan.
Butuh waktu untuk akhirnya saya percaya pada pertumbuhan diri saya. Dan itu tidak mudah sama-sekali. Pada waktu itu saya memberikan diri saya waktu 2 tahun untuk transisi, namun pada akhirnya hanya butuh waktu satu tahun untuk saya untuk memeluk penuh diri saya yang baru. Untuk berjalan disini, di tempat tujuan hidup saya yang baru.
Saya tidak pernah menengok kebelakang lagi.
Dan saya tidak penah sebahagia ini.
Apakah saya akan berubah lagi?
Mungkin saja. Saya tidak tahu.
Saya membuka diri saya kepada ketidaktahuan masa depan.
Dan ini pertaruhan terbaik dalam hidup saya.

Jadi, bagaimana dengan kamu? Bagaimana mimpi-mimpi kamu berubah seiring berjalannya waktu?
Boleh berbagi ya kalau kamu terpanggil.
Harapan saya untuk kamu adalah untuk membuka diri kamu ke mana hati kamu mengarah. 🙏🏽
Have a fantastic week! ✨
With love,
Tri
Ps . I’m on a mission to help you create the most fulfilling extraordinary life you love. So when, you’re ready:
👉 Transform your life dramatically with my coaching program or
👉 Find out how my executive coaching program helps you to thrive in success and unlock the extraordinary within, atau baca dalam Bahasa Indonesia
👉 Find out how my life-coaching program could help you to create a fulfilling life that feels authentic to you, atau baca dalam Bahasa Indonesia

Leave a comment