Saya sering mendengar klien saya berkata, “Saya tidak punya pilihan.” atau “tidak ada jalan keluar”. Ini kata-kata yang menunjukkan perasaan terjebak atau tidak berdaya. Dan jujur, terkadang saya juga merasakannya.
Namun kenyataannya, kita selalu punya pilihan (bener deh!).
Ketika kita merasa buntu, seringkali hal ini disebabkan oleh satu atau dua hal berikut:
- Kita tidak ingin menghadapi konsekuensi dari pilihan kita
- Kita belum mempertimbangkan semua pilihan
Setiap pilihan memiliki konsekuensi, baik risiko maupun manfaat. Terkadang, bagian tersulit adalah mengakui bahwa kita punya pilihan dan bertanggung jawab atas keputusan kita.
Bahkan jika kita tidak siap menghadapi konsekuensinya, mengubah pola pikir kita menjadi “Saya selalu punya pilihan, saya hanya belum siap untuk itu” jauh lebih menguatkan. Dengan begitu, kita memberi diri kita izin untuk melihat apa saya yang mungkin (dan mungkin lebih baik atau lebih mudah dari yang kita kira!).

Jadi, izinkan saya bertanya, di area mana dalam hidup, kamu merasa terjebak?
Mungkin sudah saatnya bertanya pada diri sendiri: “Apakah ini benar adanya? Apakah saya benar-benar tidak punya pilihan?”
Kemudian, luangkan waktu sejenak untuk mengeksplorasi berbagai pintu kemungkinan. Pertimbangkan kemungkinan hasil dari berbagai pilihan dan dampaknya terhadap kehidupan kamu dalam perspektif yang lebih besar.
Silahkan berbagi ya.
My wish for you is that you are courageous enough to see what’s beyond your fears. Know that you always have a choice and create the future you desire.
You are meant to thrive, not just survive.
And if you ever need my support, I’m here for you. ❤️
Have an insightful week! ✨

With love,
Inuk
P.S. There’s still spots left for 1-on-1 Executive Coaching Program for you who are ready to open the doors of possibilities to create your future. Book your free consultation call today!
Not sure coaching is for you? Read my clients’ stories

Leave a comment