Halo, ini adalah recycle salah satu tulisan saya di blog saya yang lama yang lumayan banyak pengunjungnya. Alhamdulillah dari respon beberapa yang pernah mampir sepertinya tulisan saya yang satu ini cukup menginspirasi, jadi saya ingin berbagi kembali. Beberapa informasi sudah saya edit supaya lebih update. Mudah-mudahan bermanfaat. Happy reading!
Birmingham, 19 October 2013
Hai hai, tadinya saya mau post tulisan saya kali ini dengan bahasa Inggris as always, tapi saya pikir mungkin akan lebih bermanfaat untuk teman-teman Indonesia yang mampir ke blog sini kalau saya tulis dalam bahasa Indonesia. Siap-siap…ini akan jadi tulisan yang panjang, hehe…
Selamat menikmati!
Jadi, ceritanya dimulai di awal tahun ini ketika saya memutuskan untuk kembali sekolah. Sejak dulu saya memang selalu ingin sekolah lagi ke luar negeri, tapi karena segala macam alasan (salah satunya tentu keterbatasn finansial), saya tunda terus niat ini. Sampai akhirnya saya pikir, ah, tunggu apa lagi. Kalau ingin sekolah lagi, ya hayuk lah mulai di niatin, di jalanin. Dan saya sadar betul tidak ada hal yang instan di dunia ini.
Satu hal lagi, salah satu mimpi besar saya lainnya adalah bisa tinggal di luar negri. Yep, tinggal di luar negri (khususnya Eropa, supaya bisa jalan-jalan juga sekalian, hehe). Keinginan ini sudah lama sekali muncul di dalam diri saya, bukan karena saya tidak cinta Indonesia tapi karena saya ingin membuka mata saya seluas-luasnya kepada dunia, merasakan budaya lain, belajar toleransi, mendapatkan sudut pandang lain yang mungkin tidak akan pernah saya dapatkan kalau saya hanya berada di tanah kelahiran saya.
Beberapa kali berkesempatan traveling membuat saya semakin ingin mengenal dunia. Jadi saya pikir, sekolah ke luar negri adalah cara terbaik untuk meraih kedua mimpi besar saya tersebut. Parfait!
Oh ya, kembali ke misi awal. Jadi, sekolah keluar negri, gimana caranya? Terutama lagi, darimana biayanya? Pertanyaan ini yang selalui menghantui saya sebelum saya saya akhirnya memutuskan untuk berjuang. Jika ingin berangkat dengan biaya sendiri tabungan masih jauh dari cukup, saya pun tidak punya dana cadangan dari Yayasan AyahBunda (hehe).
Saya bukan pegawai negri, ataupun pegawai LSM, sepertinya kesempatannya kecil sekali untuk mendapatkan pembiayaan melalui skema beasiswa. Bidang yang saya geluti pun adalah Marketing/Branding, sangat komersial dan bukan bidang favorit pemberi beasiswa. Tapi saya pikir (waktu itu), wah kenapa saya jadi negatif begini pikirannya..yang ada di kepala cuma hambatannya aja, bukan bagaimana saya berusaha.
Alhamdulillah, saat saya menulis ini, saya sedang berada di kamar saya yang jaraknya 11,382 km dari kota Jakarta. Tepat 2 minggu sudah saya tinggal di salah satu kota besar di negeri Ratu Elizabeth ini. Oke langsung aja, berikut beberapa langkah atau tips dari saya, berdasarkan pengalaman pribadi:
1. Luruskan Niat
Banyak teman-teman saya bertanya, gimana caranya dapat beasiswa? Loh, pertanyaan saya kembali adalah, kenapa tidak ada yang bertanya bagaimana caranya diterima sekolah di luar negri? Ini yang perlu diluruskan.
Niat kita apa sebenarnya? Mau sekolah, atau mau sekolah gratis? Kedua hal itu jawabannya jauh berbeda dan cara mencapainya juga beda. Saya pribadi memang ingin sekolah lagi, itu mimpi saya jelas. Beasiswa hanyalah salah satu opsi skema pembiayaan.
Waktu saya memutuskan ingin sekolah lagi, saya berpikir bahwa, oke saya harus berusaha bagaimanapun caranya (asal halal). Saya harus dapat sekolah dulu, sambil memikirkan pembiayannya. Opsi lain yang mungkin diambil diambil adalah dengan biaya sendiri (mungkin dengan bantuan pinjaman handai taulan), meminjam bank, atau lewat skema student loan.
Opsi terakhir yang ada di kepala saya waktu itu adalah mungkin menurunkan mimpi saya menjadi sekolah di dalam negri saja dengan biaya yang lebih terjangkau. Intinya, niat kita lurus dulu kalau kita ingin sekolah lagi. Bismillah..
2. Cari informasi sebanyak-banyaknya
Mulai cari informasi terlebih dahulu mengenai sekolah yang dituju. Mulai dipikirkan, mau sekolah kemana, universitasnya apa dan jurusannya apa. Saya pribadi langsung tahu kalo saya ingin kuliah di UK alias Inggris. Banyak website yang menyediakan informasi mengenai berbagai jurusan & universitas di berbagai negara sesuai dengan minat kita.
Satu hal lagi, pastikan universitas yang kita tuju adalah universitas yang bagus (bukan asal pilih), karena tentu saja ini berpengaruh terhadap reputasi lulusannya dan yang lebih penting sistem pendidikannya. Karena pengalaman saya adalah Inggris, jadi mohon maaf yang bisa saya share disini adalah sebagian besar mengenai pendidikan di negara ini.
Saya banyak menggali informasi dari website ini http://www.whatuni.com/ untuk pencarian jurusan yang diminati dan review universitas dari mahasiswanya langsung. Referensi ranking universitas juga bagus untuk penentuan universitas mana yang memang bagus dan memiliki reputasi baik, situs berikut juga sering saya lirik (edit by Inuk, updated 2019):
- http://www.thecompleteuniversityguide.co.uk/league-tables/rankings
- https://www.theguardian.com/education/ng-interactive/2018/may/29/university-league-tables-2019
Selain peringkat keseluruhan perlu juga untuk melihat peringkat jurusan, karena sering kali setiap universitas punya spesialisasi masing-masing dan peta peringkatnya jadi berbeda. Untuk saya pribadi, saya juga selalu melihat peringkat program Business Studies atau Marketing.
Intinya banyak cari informasi, di zaman canggih ini, banyak sekali website yang memberikan informasi mengenai pendidikan di berbagai negara. Jangan malas untuk gerakin mouse komputer kita ke tempat-termpat tersebut (daripada buka fb, path, dll). Banyak diskusi dengan teman atau senior yang sudah pengalaman juga akan sangat membantu.
3. Tentukan pilihan
Oke, ini bukan waktunya untuk galau. Paling enak kita mengejar mimpi kalau sudah punya tujuan. Begitu sudah mendapatkan universitas impian (tentunya di jurusan yang benar-benar diminati) kita bisa mulai bergerak.
Saran saya, 3 opsi universitas sudah cukup, jangan terlalu banyak juga, nanti malah bingung sendiri dan kurang fokus. Kalau sudah, yuk mulai cari informasi lagi (kembali ke langkah-2). Cuma kali ini kita bisa lebih spesifik. Mulai kunjungi website resmi dari kampus-kampus tersebut dan temukan berbagai informasi yang kita butuhkan seperti:
- Bagaimana cara mendaftar
- Persyaratan yang harus dipenuhi
- Kapan deadline pendaftaran, dan informasi lainnya
Enaknya, sekarang daftar universitas di luar negri (khususnya program master & doktoral) sudah sangat mudah. Semua dilakukan online, dokumen kelengkapan pun bisa dengan mudah kita upload. Cepat, mudah dan murah! hehe… Yang saya suka lagi, di luar negri (khususnya UK), institusi dan sistem pendidikan sudah sangat memudahkan mahasiswanya, bahkan sebelum kita resmi terdaftar sebagai mahasiswa. Semua bisa kita lakukan dari rumah.
4. Persiapan & daftar sekolah
Oke ini tahap yang lumayan butuh semangat besar dalam menjalaninya, hehe… Setelah semua informasi kita dapat, kita bisa mulai lakukan persiapan supaya kita bisa diterima di universitas impian. Untuk di Eropa, persyaratan yang paling umum untuk program master dan doktoral mahasiswa internasional adalah:
- Nilai IELTS / TOEFL IBT / tes kompetesi bahasa lain yang diakui
- Motivation letter atau Statement of purpose
- Reference letter (biasanya diminta 2)
- Ijasah dan Transkrip Akademik
- Identitas pribadi (paspor)
Untuk point 1, jelas harus belajar ya, jangan langsung ambil tesnya (kecuali memang pede berat). Caranya banyak, bisa ikut les persiapan tes atau belajar sendiri dengan beli bukunya atau banyak nonton tutorialnya di Youtube (banyak loh!). Kalo saya pribadi kombinasi, hehe…
Saya relakan untuk mengambil kursus persiapan 10 minggu, terus saya juga banyak belajar dari buku dan terakhir-terakhir saya banyak nonton Youtube. Alhamdulillah akhirnya saya berhasil mendapatkan nilai yang dibutuhkan untuk mendaftar universitas impian..
Untuk point 2, sepertinya kita harus belajar untuk memotivasi diri, hehe.. ya namanya juga motivation letter. Intinya kita diharapkan membuat esay yang komprehensif mengenai kenapa kita memilih jurusan tersebut dan apa rencana kedepan kita. Saya pribadi buat esay ini dalam waktu 1 minggu saja, tapi saya sih tidak menyarankan begitu.
Take your time. Kita harus analisa kelebihan dan kekurangan diri kita dengan baik sebelum membuat esay ini. Banyak tutorial di internet mengenai cara membuat motivation letter yang baik, banyak tips yang berguna sekali. Kalau sudah, coba minta orang lain atau teman yang lebih senior untuk membacanya supaya ada feedback untuk perbaikan jika dibutuhkan (terutama dengan bahasa). Ini jadi penting sekali karena ini jadi poin penting dalam penilaian apakah kita pantas diterima atau tidak.
Untuk poin 3, standar aja yah, jangan lupa minta surat referensi dari dosen atau atasan di kantor (untuk yang sudah pengalaman kerja). Kebanyakan universitas meminta dua referensi, waktu itu saya mendapatkan referensi dari guru pembimbing skripsi saya dulu dan atasan tempat saya bekerja.
Poin lainnya saya rasa standar juga. Cuma untuk akademik transkrip & ijasah yang tidak berbahasa Inggris (atau bahasa lain yang disyaratkan), jangan lupa untuk menyertakan terjemahannya.
Sudah siap semua?? yuk langsung daftar!! Saya mendaftar di 3 universitas pada bulan Maret 2013, dan mendapatkan offer dari ketiga universitas impian tersebut artinya saya resmi diterima!. Saya jadi semakin semangat untuk meneruskan perjuangan ini. π
sidenote: dengan semangat coba-coba, akhirnya saya mendaftar di universitas ke-4 yang peringkatnya lebih tinggi lagi dan sukses…ditolak! hehe..
5. Cari pembiayaan
Yeayy..sudah diterima! Terus apalagi? Ya ini bagian yang paling menantangnya, cari pembiayaan. Seperti saya jelaskan sebelumnya sedikit. Berikut beberapa opsi yang bisa diambil:
- Self funding atau biaya sendiri >> ini yang paling gampang tapi juga paling susah, hehe… Kita bisa menabung sampai biayanya cukup (beberapa sumber menyarankan mulai belajar investasi), atau mungkin dapet hibah dari Yayasan AyahBunda alias orangtua
- Beasiswa dari universitas >> hampir semua universitas memiliki skema scholarship untuk mahasiswanya, termasuk untuk international student seperti kita. Langsung aja cek dan ricek, biasanya semua informasi tersebut ada di situs masing-masing universitas.
- Beasiswa pemerintah luar negri >> pemerintah negara terkait juga banyak menyediakan pembiayaan, langsung aja browsing beasiswa Chavening (UK), ADS (Australia) dan Fullbright (USA).
- Beasiswa pemerintah Indonesia >> beberapa kementrian RI memiliki skema pembiayaan untuk anak Indonesia seperti Beasiswa Unggulan Kemdikbud dan Beasiswa Ristekdikti. Atau ini ni..yang paling hits, Beasiswa LPDP yang secara struktur dibawah Kemenkeu yaitu beasiswa untuk kalangan umum (ya betul siapa saja bisa daftar untuk program S2 & S3) dari pemerintah Indonesia
- Student loan atau pinjaman lunak untuk mahasiswa >> kalau ini yang saya tahu baru Sampoerna Foundation yang punya.
- Lainnya? Jangan pantang menyerah, banyak cara menuju Cina. Kalau kita niat tulus & berani, pasti bisa. Opsi lain seperti mengambil pinjaman bank, atau pinjaman lunak dari orang tua atau handai taulan (hehe) juga bisa jadi pilihan. Saya pernah baca di internet, bahkan ada yang sampai minta donasi dari tetangga, ada yang mengajukan ke perusahaannya atau mungkin institusi lain. Insya Allah ada jalan.
Pengalaman pribadi saya, saya tidak hanya mengambil satu opsi. Saya coba apply beberapa skema beasiswa seperti beasiswa dari universitas, beasiswa dari Kemdiknas, LPDP dan juga mengajukan student loan ke salah satu institusi swasta. Berbagai penolakan pun pernah saya alami, bahkan saya berniat defer ke tahun depan jika saya tidak mendapat biaya untuk pergi tahun ini. Alhamdulillah…di detik-detik terakhir saya mendapatkan beasiswa pendidikan Indonesia dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).
Perjuangan tidak pernah sia-sia. Saya akhirnya berangkat!!!
6. Terus apa lagi?
Sampai titik ini saya hanya bisa mendoakan. Saya yakin, kalau niat kita lurus, mau bekerja keras dan tetap berdoa, Tuhan pasti akan memberikan jalan. Saya percaya kalau kita bisa mencapai mimpi-mimpi kita, jadi jangan pernah berhenti untuk percaya. Tetap berpikir positif dan berprasangka baik kepada Tuhan Yang Maha Baik.
Semua butuh proses, dan kita harus izinkan waktu untuk bekerja. Saya juga percaya bahwa kalau saya tidak mencapai impian saya ini, Tuhan pasti menunjukkan jalan lain yang lebih baik. Saya tidak mau bangun dipagi hari dan menyadari bahwa saya belum pernah mencoba. So ya, I did my very best. π
Saya ucapkan sukses untuk yang mulai menapaki impiannya! Saya doakan kita semua bisa mencapai impian-impian kita. Good luck! & keep your faith!!
Ps. Oh, dan satu tips lagi, perbanyak sedekah atau infaq, supaya usaha kita berkah. Amin…
Kalo masih ada yang mau ditanya atau share, monggo boleh comment di bawah atau email ke saya ya.

Inuk β
*foto di header adalah foto salah satu sisi kampus saya The University of Birmingham tersayang, difoto dengan hape jadoel saya kala itu π

Leave a reply to Edensor – sebuah mimpi – KATA INUK Cancel reply