Pagi ini sungguh indah, hujan turun dengan sejuknya menyentuh tanah.
Saya ini penyuka hujan, kata di internet, bahasa kerennya pluviophile (ciye..). Saya duduk-duduk di teras rumah memperhatikan tetes-tetes air hujan yang turun berkejaran di temani secangkir besar teh hangat. Di sebelah saya Bapak asik membaca koran Poskota, dan si dua kucing peliharaan (kind of..) duduk-duduk santai di kanan dan depan kaki saya sambil sesekali mengganggu tanpa rasa bersalah.
Di kejauhan, saya mendengar suara kendaraan yang mulai berlalu-lalang, layaknya terbangun untuk mengejar kehidupan hari ini. Suara burung berkicau, ayam berkokok bersahut-sahutan dan ibu-ibu tetangga yang mulai menampakkan dirinya. Tidak ada pikiran macam-macam di kepala saya, saya tidak terlalu memikirkan hari ini mau ngapain atau kemana. Yang terlintas dalam kepala saya saat itu adalah,
This is such a precious moment. Saat ini sungguh berharga.

Pagi ini sungguh indah, ketika saya bisa benar-benar berada di momen itu setiap detiknya. Saya merasakan kedamaian. Tidak ada masalah hidup yang benar-benar mengganggu ketika saya bisa benar-benar berada dalam masa ini. Duduk dengan santai, pikiran tidak tenggelam kemana-kemana, let alone main hape. Saya jadi teringat sebuah quote dari film tahun 80-an Ferries Bueler’s day off,
Life moves pretty fast. If you don’t stop and look around once in a while, you could miss it.
Hidup bergerak sangat cepat. Kalau kamu tidak berhenti sejenak sesekali waktu, kamu akan melewatkannya.
Di zaman yang bergerak serba cepat ini, kadang kita lupa pada hal-hal kecil di sekeliling kita yaitu kehidupan dengan segala keajaibannya. Kita sibuk berlari ke masa depan, melakukan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan saat ini, ataupun tenggelam dalam memori masa lalu. Sering kali kita lupa untuk berada hidup di saat ini, untuk mengalami kehidupan, merasakan kehidupan, menyentuh kehidupan.
Buat saya, kehidupan itu ajaib.
Rintik-rintik air hujan itu ajaib. Sejuknya angin itu ajaib. Suara burung dan ayam itu ajaib. Langit yang biru itu ajaib. Awan yang putih itu ajaib. Pohon yang tinggi dengan dedaunannya yang hijau itu ajaib. Mata saya yang melihat semua itu ajaib. Suara tetangga juga ajaib (eh loh).
Life is always there, waiting to be touched.
Pertanyaannya, gimana yah caranya? Hehe.. menurut saya sih gampang. Duduk aja, iya duduk. Atau sambil rebahan juga boleh deh.. Coba berdiam dengan tenang, lepaskan semua keinginan untuk bergerak, atau melakukan hal lain selain duduk. Jauhkan diri sejenak dari hal-hal yang kira-kira akan mendistraksi seperti hape, buku, tv, musik…. Kalau pikiran datang biarkanlah, tapi coba kembali pada pada hal-hal di sekitar seperti suara dan detail-detail kecil dalam pandangan mata. Menarik napas panjang dan sesekali memejamkan mata bisa juga membantu.
Waktu favorit saya adalah ketika hujan di depan teras rumah, karena rasanya waktu melambat dan suasana menjadi jadi sangat tenang. Kalau sudah terbiasa, rasanya tidak perlu lagi momen-momen tertentu. Kadang sambil menyetir pun di tengah kemacetan pun saya sering terkagum-kagum dengan taman kecil di sisi jalan dan kehidupan yang menyertainya.
Semoga kita semua bisa menyentuh kehidupan dan menemukan kedamaian di tengah kehidupan yang bergerak cepat ini. Amin..
Life is indeed magical. Only if we want to touch it.
Inuk ☕
Photos from from Pexels

Leave a comment