Sebenarnya saya sudah lama sekali ingin menulis soal mindfulness ini, karena bisa di bilang hidup saya beberapa tahun terakhir ini cukup berubah semenjak saya mengenal mindfulness. Bukan berubah dalam artian saya menjadi orang yang sangat berbeda, tapi lebih ke arah banyak perspektif saya yang cukup bergeser dan bagaimana saya menyikapi hidup.
Di beberapa tulisan saya sebelumnya sebenarnya saya sudah banyak menyinggung soal mindfulness ini, tapi saya belum pernah benar-benar membahas. Tentang perjalanan saya dan kenapa saya ada disini.
Siap-siap kayaknya akan panjang tulisan ini. hehe..
Perkenalan dengan Mindfulness
Pertama kali saya berkenalan dengan konsep ini sekitar empat tahun lalu lewat menonton video-video TedTalk yang berbicara tentang meditasi dan mindfulness . Kok menarik banget ya, sepertinya banyak manfaatnya kalau bisa menerapkan dalam keseharian.
Ketika saya sudah hampir lupa, beberapa waktu kemudian tidak sengaja saya menemukan sebuah aplikasi bernama Calm yang memungkinkan saya untuk melakakukan meditasi sederhana sendiri. Bahasa kerennya adalah guided meditation, arti harfiahnya meditasi yang di bimbing.
Pada saat itu sebenarnya saya tidak sedang mencari apa-apa, tapi bisa di bilang ada masa-masa dimana saya merasa hampa, atau sebaliknya merasa overwhelming. Penyebabnya bisa dari diri sendiri, pekerjaan, pertemanan, maupun tekanan sosial.
Mulailah saya melakukan meditasi setiap hari, biasanya pagi sekitar sekitar 10-15 menit. Awalnya bisa dibilang saya tidak punya tujuan tertentu.. hanya melakukan saja, tapi kok saya mulai menyadari bahwa rasanya saya jauh lebih kalem dan tenang.
Saya belajar untuk membuat jarak dengan emosi saya. Saya tidak lagi merasa “kacau” di tengah kemacetan, saya tidak mudah marah, saya tidak mudah terganggu oleh sikap orang lain dan rasanya lebih jarang stress. Saya tidak lagi selalu terburu-buru atau ingin serba cepat. Saya membiarkan diri saya mengalami. Saya berdamai dengan diri saya sendiri.
Apa itu mindfulness?

Dalam keseharian saya menggunakan aplikasi tersebut, saya mendapakan sedikit-sedikit pengetahuan tentang mindfulness. Kadang saya juga mencari informasi dengan membaca buku-buku terkait maupun browsing di internet. Saya coba jelaskan dengan bahasa saya ya, supaya nggak terlalu ribet.
Mindfulness yang berakar pada tradisi Budha pada dasarnya adalah tentang menjalani kehidupan ini dengan penuh kesadaran dari waktu ke waktu, karena pada dasarnya kita hidup di masa ini. Bukan masa lalu atau masa depan. Mindfulness mengajarkan kita untuk menjejak seutuhnya pada kehidupan yang ada di depan mata kita. Belajar untuk tidak menyesal karena masa lalu, dan tidak cemas akan masa depan.
In the here and now.
Filosofi yang sederhana dan mudah di pahami ini yang membuat saya sangat tertarik dengan mindfulness. Disini kita di ajarkan untuk fokus pada ‘sekarang’, menerima apapun yang terjadi dan tidak menjadi resisten terhadap hal-hal yang kita tidak inginkan terjadi pada diri kita.
Menerima emosi dan pikiran yang datang mengetuk, dan merespon dengan bijak karena sejatinya tidak ada emosi atau pikiran yang baik atau buruk. Pikiran dan emosi adalah seperti tamu yang datang ke rumah kita, untuk kita sambut dan membiarkannya pergi.
Saya juga belajar untuk tidak menolak atau membenci sesuatu yang dulu saya anggap buruk. Misalnya emosi-emosi negatif seperti kemarahan atau kesedihan, maupun pikiran-pikiran buruk. Kayaknya saya ini tipe in denial (hehe). Sama halnya dengan rasa senang dan gembira, rasa sedih juga adalah teman kita yang datang berkunjung. Bahasa kerennya non-judgmental.
Ketika kita menyadari dan menerima bahwa kita adalah manusia biasa yang bisa memiliki berbagai macam pikiran dan emosi, kita tidak lalu menolak dan kemudian bisa menjadi lebih bijak dalam bertindak. Dengan belajar memberi jarak kepada hal-hal ini kita jadi bisa merespon lebih baik.
Apa kaitannya antara meditasi dengan mindfulness?

Gampangnya, meditasi adalah latihan untuk memperkuat otot mindfulness kita, jadi tidak hanya kita bisa belajar konsep tapi bisa mempraktekannya dalam keseharian.
Sama halnya, jika kita ingin tubuh kita sehat maka kita harus belajar untuk disiplin berolahraga dan makan yang sehat secara reguler, bukan sekali-kali. Prinsip yang sama berlaku pada hal ini, kalau kita ingin menjadi pribadi yang lebih mindful maka kita harus menyempatkan diri melakukan meditasi dengan teratur.
Bagaimana melakukan meditasi?
Sebenarnya meditasi sama sekali berbeda yang dipikirkan banyak orang, yaitu misalnya duduk diam dengan pose tertentu sambil mengosongkan pikiran. Malah sebenarnya meditasi adalah membiarkan kita menerima pikiran atau emosi yang datang, untuk kemudian mengamatinya dalam proses tersebut. Seperti duduk di pinggir sungai melihat air yang mengalir.
Biasanya kita menjangkarkan pada napas yang di sadari, atau bisa juga suara. Ketika terbawa arus, kembalikan lagi ke jangkar tanpa perlu bereaksi. Terus begitu.
Namun demikian, ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk melatih diri supaya bisa hidup lebih mindful:
- Meditasi duduk adalah yang paling common, ini juga yang saya lakukan hampir setiap hari. Gampangnya kita duduk saja, beberapa orang lebih suka bersila, biasanya sambil memejamkan mata kemudian bernapas dengan sadar. Ketika ada pikiran dan emosi yang datang, biarkanlah dan amatilah, kemudian kembalikan ke napas. Saya paling sering melakukan ini dengan bantuan aplikasi, tapi tidak jarang juga saya lakukan sendiri.
- Mindful walking. Ini juga salah satu favorit saya. Berjalan saja, namun dengan penuh kesadaran. Tidak perlu terburu-buru dan amati semua yang terjadi. Apa yang di injak, dirasakan sampai keadaan sekitar. Belajar mengalami apa adanya.
- Saya pikir mendengarkan musik tanpa melakukan apa-apa juga bagian dari meditasi. Tapi saya sih seringnya ketiduran, apalagi kalau sambil tiduran di kasur..hehe..
- Pada dasarnya semua yang kita lakukan bisa menjadi sangat meditatif asal kita melakukannya dengan penuh kesadaran. Untuk saya sendiri, menyetir, mencuci piring atau bersih-bersih kamar bisa jadi sangat meditatif. Saya jadi menikmati setiap prosesnya.
- Sebagai seorang Muslim, menurut saya sholat juga bisa menjadi sangat meditatif, kalo kita bisa melakukannya dengan mindful atau mungkin bisa dibilang khusuk. Tapi untuk saya pribadi prosesnya jadi sedikit terbalik. hehe.. Saya merasa sholat saya lebih baik dan tenang ketika saya mulai sering meditasi..
Apa lagi ya?
Sebenarnya ketika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali bentuk-bentuk implementasinya. Misalnya mindful eating. Ini kayaknya jadi lumayan tren ya sekarang. Karena ketika kita makan dengan penuh kesadaran kita akan lebih menikmati, memilih makanan yang lebih baik, hasilnya lebih sehat dan berat badan bisa turun, hehe..
Walaupun saya tidak mau mengidentikkan diri saya sebagai praktisi mindfulness, tapi banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dengan berusaha untuk mindful dalam keseharian saya. Belajar menjadi minimalis juga adalah sangat dekat karena ini menjejak pada konsep yang sama, yaitu mindful consumption. Saya menjadi lebih sabar dan menikmati setiap momen whenever I can. Saya juga sempat ke Bali untuk memberi waktu untuk diri sendiri dalam diam.
Everything seems to fall in together in place.
Baiklah kalo gitu, sebenarnya masih banyak yang bisa ditulis, tapi saya cape. hehe.. Semoga bermanfaat dan mudah-mudahan bisa jadi sedikit inspirasi untuk hidup lebih menjejak.
Inuk ☕
Update September 2022:
Saya juga suka sekali melakukan meditasi di pagi hari karena membuat saya bisa lebih hadir menjejak alias present setiap harinya. Ingin belajar meditasi? Yuk meditasi bareng! Download gratis
Photos from Pexels

Leave a reply to Ganjar M Cancel reply