Belajar hidup lebih sehat dan ramah lingkungan

Conscious living banyak dikaitkan dengan  gaya hidup yang eco-friendly / environmental-friendly atau mendukung sustainable living. Duh banyak juga istilahnya, bahasa gampangnya adalah ramah lingkungan. Selain itu, conscious living juga banyak dikaitkan dengan healthy living atau gaya hidup yang lebih sehat. Sama halnya dengan minimalis yang dekat konsep hidup ini.

Kalau dipikir-pikir sebenarnya semua berkaitan ya, ketika kita lebih mindful atau conscious dalam menjalani hidup, kita akan mulai memperhatikan berbagai aspek kehidupan kita. Jadi untuk menerapkan gaya hidup minimalis, ramah lingkungan, atau gaya hidup lebih sehat, rasanya jadi sangat mudah di rangkul.

Gimana ya menjelaskannya? hehe..

Intinya semua berkaitan. Tapi saya percaya, dari manapun kita mulai, sebenernya semua mengarah pada hal yang sama, yaitu hidup lebih berkesadaran untuk kehidupan yang lebih baik. Tidak hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga orang-orang disekitar kita dan lebih jauh lagi demi planet bumi yang kita tinggali ini. Namun demikian, dalam konteks tulisan ini mungkin saya mau fokus ke conscious living dalam hal gaya hidup ramah lingkungan dan lebih sehat ya.

I wish to live more consciously

Setidaknya ada dua hal yang membuat saya ingin hidup lebih conscious lagi,

Pertama, isu lingkungan. Yah, sepertinya bukan cerita baru lagi ya, bahwa dengan kondisi planet bumi sekarang, kita benar-benar harus mulai melakukan aksi nyata supaya tidak terus merusak lingkungan. Untungnya sekarang  rasanya semakin  mudah ya, banyak sekali yang bisa dilakukan mulai dari hal-hal kecil sehari-hari.

Kedua, isu kesehatan. Sudah beberapa bulan ini saya terlibat dalam sebuat project yang mengenalkan saya mengenai pentingnya microbiome, yaitu ekosistem mikroorganisme kompleks yang hidup bersama-sama kita, termasuk tubuh kita ~ yang membantu kita menjaga fungsi-fungsi tubuh dengan baik. 

Microbiome setiap individu itu unik, dan sangat dipengaruhi oleh berbagai hal seperti lingkungan, gaya hidup, dll.  Saya jadi concern banget dengan produk-produk yang saya pakai, dan juga apa yang saya makan. Soal ini nanti saya cerita lebih rinci di tulisan terpisah ya biar lebih lengkap, hehe…

Dari kedua hal tersebut ditambah lebih cocok dengan yang sudah saya jalani yaitu mindfulness dan minimalis, rasanya saya jadi semakin terinspirasi untuk mengubah beberapa kebiasaan saya untuk hidup yang lebih baik.  Nah, beberapa hal yang saya lakukan adalah..

  • Mengganti sedotan sekali pakai dengan stainless straw dan kantong kresek dengan kantong belanja sendiri. Ini lumayan mudah ya, apalagi sekarang pemerintah juga sangat mendukung dengan berbagai kebijakan. Sudah setahun lebih terakhir ini saya menjadi sangat terbiasa membawa sedotan dan kantong belanja sendiri. Ini jadi barang wajib yang selalu saya bawa kemana-mana.
  • Saya tidak lagi menggunakan sikat gigi plastik, dan menggantinya dengan sikat gigi bambu. Awalnya aneh, ternyata lama-lama nggak kok. Dan ternyata…harganya juga nggak mahal, sama dengan sikat gigi plastik yang biasa saya pakai!
  • Mengganti kapas pembersih wajah sekali pakai dengan yang bisa di cuci. Wah ini lumayan banget jadi hemat, dan untungnya gampang sekali di temukan di toko online. Saya juga mengganti cotton buds biasa dengan yang berbahan dasar bambu. Tapi dalam hal ini, sebenarnya menurut saya lebih baik dikurangi sih penggunaannya.
  • Sebisa mungkin saya barusaha mengurangi sampah plastik. Cuma jujur ya…ini yang paling susah sekarang karena banyak banget minuman boba dan kopi gula aren yang enak ituu… walaupun sedotannya bawa sendiri, tapi gelasnya kan plastik ya, huhu.. Kecuali misalnya kalau saya ke Starbucks, saya pasti minta di mug atau gelas.
P_20200227_160548_vHDR_On edit
Beberapa barang “baru” yang saya gunakan

Saya juga menjadi mulai sangat selektif dalam penggunaan skincare atau produk perawatan kulit. Ini terutama karena microbiome sih, hehe… Saya mulai mencari produk-produk yang lebih natural. Saya jadi perhatian banget sama ingredients atau bahan-bahan yang terkandung di dalamnya, banyak loh ternyata yang bahan berdasar sintetis yang tidak baik.

Dan sedihnya, banyak dari bahan-bahan ini susah terurai dan akhirnya merusak air. Ternyata semua yang dari alam jauh lebih baik buat kita, nggak cuma untuk kesehatan tapi juga untuk planet bumi kita loh! Sebuah kearifan alam. Bener kata ibu kita ya.. semua yang alami-alami itu lebih baik..

  • Saya sudah berhenti sepenuhnya menggunakan body lotion dan moisturizer wajah, saya ganti dengan olive oil atau minyak zaitun. Ternyata kulit saya saya nggak apa-apa tuh, malah rasanya lebih sehat. Dibanding dulu menggunakan pelembab yang di jual bebas, malah sekarang lebih sehat nggak sering jerawatan. Saya juga menggunakan minyak zaitun yang sama untuk rambut kalau lagi kering, dan membersihkan wajah dari make-up mata (walau jarang juga haha). Tips: saya pakai Minyak Zaitun dari Mustika Ratu, murah meriah ada di Indomaret. hehe…  
  • Untuk perawatan wajah, sekali-kali saya menggunakan beauty balm untuk bibir atau bagian wajah yang kering, dan/atau spray essence buat wajah dari Nusantics, yang ramah microbiome, dari bahan yang beneran alami dan nggak mengandung bahan-bahan berbahaya yang umumnya ada di produk-produk yang ada di pasaran. Ini kedengeran agak iklan sedikit ya.. hehe.. Tapi beneran loh. Memang seperti itu apa adanya.
  • Saya juga mulai menggunakan sabun vegan (kalau di foto yang bentuk kotak batangan itu). Ini saya  pakai untuk badan dan wajah. Alhamdulillah nggak ada masalah sampai sekarang, padahal dulu saya pikir sabun muka harus beda, hehe.. Dan ternyata cukup hemat kok, satu batang sabun organik / vegan ini bisa tahan sebulan.  Tips: saya suka banget merk Adara atau Segarra, ada di Tokopedia atau juga di beberapa toko di Jakarta yang mengusung konsep sustainable living. 
  • Selain menggunakan sikat gigi dari bambu, saya juga mengganti pasta gigi saya dengan yang organik. Deodoran juga kembali ke bedak BB jaman dulu (yang ternyata mengandung bahan alami tawas), tadinya mau ke tawas langsung (ada yang jual loh di online hehe..), tapi ntar dulu deh, masih mau yang praktis.
  • Nah, yang paling susah adalah.. rambut saya yang kayak singa ini. haha.. Ini PR banget sih. Sampai sekarang saya belum menemukan shampoo dan conditioner organik yang cocok buat rambut saya ini. Doakan segera ketemu….. 🙏

Sebagai tambahan, Saya juga jadi lebih banyak makan sayur deh sekarang. hehe.. Biar lebih sehat, kasih makan microbiome yang sehat. Apalagi ya, mengurangi konsumsi gula dalam makanan sehari-hari, banyakin gerak, tidur cukup.. Untuk olahraga, sejauh ini coba tetap reguler ke gym setidaknya seminggu sekali dan main tenis setiap hari minggu.

Apa lagi ya? 

Sebenarnya ini semua masih on progress sih, masih banyak yang ingin saya lakukan untuk hidup lebih conscious lagi. Namun sejauh ini saya rasa sudah lumayan, sedikit-sedikit lah. Ternyata, menyenangkan juga loh dan nggak repot sama sekali. Kelihatannya repot, tapi sebenarnya ngga sama sekali. Misalnya, karena lebih sedikit menggunakan produk (yang dipake multifungsi), malah jadi simpel… mandi jadi gak lama, dan perawatan badan nggak ribet.

Dan yang paling penting, it feels good! 

With so much love
Inuk  ☕


Ps. Untuk merk-merk yang saya sebut diatas, beneran tips aja memang saya pakainya itu, bukan endorsement, hehe… siapa tau bisa bantu buat referensi.

One response to “Belajar hidup lebih sehat dan ramah lingkungan”

  1. Wah mantap Ibu Inuk

    Like

Leave a reply to Ganjar M Cancel reply

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.