Seminggu kemarin mungkin bukan hari-hari terbaik dalam hidup saya. Salah satu anggota keluarga terdekat saya meninggal dunia cukup tiba-tiba, saya menghadapi beberapa masalah dalam pekerjaan, dan hubungan saya dengan pasangan juga bukan dalam kondisi terbaik (setidaknya dari kacamata saya).
Beberapa peristiwa yang terjadi hampir bersamaan ini membuat saya merasa terpukul, jatuh, dan rasanya sulit untuk bangun kembali. Saya menangis berulang kali dan kesulitan untuk tidur di malam hari.
I felt like crap, I hit my rock bottom (again..)
Namun di satu sisi, saya paham sekali bahwa dalam hidup kita tidak selalu diatas, pasang surut kehidupan akan selalu kita alami dalam hidup. Dan pertanyaan yang paling penting adalah, bagaimana saya bisa melewati ini dengan kedamaian?
Sebelumnya, saya harus kembali lagi ke perjalanan saya untuk belajar hidup lebih mindful. Saya semakin memahami bahwa apa yang membuat kita kesulitan untuk menjalani hidup adalah karena resistensi atau penolakan kita terhadap keadaan yang kita alami.
It is what it is..
Kita cenderung menolak hal-hal yang menyakitkan dalam hidup, dan terjerat dalam lingkaran perasaan yang negatif, bukan menerima dan membiarkan diri kita mengalami untuk kemudian perlahan bangkit.
Terlalu banyak hal dalam hidup ini yang di luar kuasa kita namun kita seringkali “memaksa” untuk hidup berjalan sesuai dengan apa yang kita mau. Padahal, kita harus menerima dan percaya bahwa jalan Tuhan adalah yang terbaik untuk semua. The highest good for all.
Acceptance is the key

Dalam kondisi sulit, saya percaya yang harus dilakukan pertama kali adalah belajar menerima. Belajar menerima bahwa kita sedang merasa tidak baik, belajar menerima semua peristiwa yang sedang terjadi dengan sebuah kelapangan dada, dan memaafkan diri sendiri atas apa yang terjadi. Bahwa adalah hal yang lumrah kalau sesekali kita sedang merasa jatuh. I
It’s ok to be not ok.
Kembali ke pertanyaannya, bagaimana supaya kita bisa lebih nrimo (menerima), namun juga dengan sebuah keyakinan bahwa kita bisa melalui-nya dengan kelapangan hati dan lebih baik lagi, bangkit menuju tempat yang lebih baik?
Saya coba tulis beberapa hal yang saya lakukan ya ketika saya sedang down, terutama di hari-hari ini. Percayalah, saya juga sangat kesulitan untuk melewatinya, tapi paling tidak saya bisa lebih legowo, melewatinya dengan perasaan lebih damai.
Silence and prayer
Berdiam dan berdoa adalah salah satu cara terbaik untuk belajar menerima. Saya belajar untuk menghadapi perasaan yang overwhelming ini dengan tidak lari dari perasaan tersebut.
Saya berusaha secara sadar tidak mendistraksi diri misalnya dengan Netflix-ing atau sekedar menghabiskan waktu di social media. Saya belajar menghadapi perasaan saya. Well, saya tetap beraktivitas seperti biasa, tidak ada yang berubah, sesekali juga saya lihat-lihat media sosial, namun berusaha untuk tidak dalam rangka menghindari perasaan yang overwhelming itu.
Di sela-sela hari, saya melakukan meditasi lebih lama dari biasanya, dan saya juga banyak berdoa dalam hening. Saya berdo’a dalam sholat, ataupun di waktu-waktu lain.
Do’a saya seringkali pendek, misalnya saya hanya bilang “Terima kasih Tuhan, telah membuka hati saya untuk menerima semua ini”, atau kadang panjang (dan dalam bahasa Inggris, hehe…)
Today I accept of what is, I allow myself to feel my feelings and I honor how I feel. I forgive myself for having these thoughts of regret and dissapointment. I put my faith to the care of The Most Compassionate, that everything set in a divine timing to help me learn, grow and heal..
Saya juga sangat menyukai serenity prayer ini,
God, grant me the SERENITY to accept things that I can not change, COURAGE to accept things I can, and WISDOM to know the difference.
Honor your feelings…

Katanya, apapun yang dirasakan, hormatilah perasaan itu. Menyadari dan mengakui dengan sebuah kebesaran hati bahwa kita sedang terpuruk. I
am not okay, I am sad, devastated and torn apart.
Saya tidak berusaha untuk menjadi orang yang “kuat”, namun di satu sisi juga tidak mau tergulung perasaan tersebut secara berlebihan. Saya berusaha tidak menambahkan hal-hal yang bukan dalam peristiwa yang sebenar-nya terjadi dengan pikiran-pikiran baru yang hanya membuat saya terseret-seret semakin jatuh ke dalam.
Selain berdiam dan berdoa, biasanya yang saya lakukan adalah dengan menulis di jurnal saya. Saya tulis semua perasaan dan peristiwa yang tidak mengenakkan tersebut melalui kertas dan pulpen. Oh ya, bermain piano juga membantu, entah kenapa suara piano membantu saya mengalami perasaan saya dalam sebuah ketenangan..
Gratitude
Bersyukur mungkin menjadi hal yang sangat sulit ketika sedang sedih. Namun saya merasa hal ini justru menjadi hal yang paling penting dilakukan di saat-saat seperti ini. Seperti saya pernah singgung sedikit sebelumnya, saya punya kebiasaan menulis jurnal setiap malam.
Saya menulis hal-hal yang saya syukuri setiap harinya… Pada saat hari-hari saya berat, saya mencoba memaksakan diri untuk tetap menulis. Bedanya, saya menulis hal yang saya syukuri ini setelah menuliskan perasaan saya yang berat-berat itu (hehe..). It’s really not easy, but it’s worth it…
You’d be surprise how powerful paper and pen are..
Saya mensyukuri hal-hal sederhana setiap harinya, hal-hal kecil seperti nasi goreng yang enak, video call dari keponakan tersayang, waktu yang diberikan sahabat untuk mendengarkan keluhan saya…dan masih banyak lainnya. Terlalu banyak hal-hal baik dalam hidup untuk hanya kita lewatkan.
Saya terbuka untuk tidak hanya menerima perasaan yang sedih, namun juga menerima kebahagiaan lain yang sejatinya selalu ada..
Yah begitulah kira-kira..Dengan beberapa hal yang saya lakukan diatas, saya mampu melalui semua ini dengan lebih damai, dan membiarkan tangan Tuhan untuk bekerja membawa saya berjalan ke tempat yang lebih baik. Sebetulnya ada satu bahasan lagi yang terkait hal ini yaitu surrender atau berserah, namun sepertinya itu harus jadi pembahasan di post berikutnya karena bisa jadi sangat panjang (dan berat… hehehe).
Because there is light on every side of the street..
Sedikit update dari saya, Alhamdulillah, I feel so much better now. Pekerjaan masih berat, tapi saya menjalani-nya dengan perasaan lebih damai dan sedikit-sedikit membaik, hubungan saya dengan pasangan saat ini jauh lebih baik, in fact we are possibly in the best place now ~ I’m very happy, dan walaupun masih sedih atas kehilangan anggota keluarga namun seiring berjalannya waktu saya dan keluarga bisa lebih bisa menerima.
Terakhir, satu lagi kutipan lagi dari mbak Gabby,
Acceptance sets me free.
Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca. Semoga tulisan ini bisa membawa sedikit kesejukan untukmu…
With so much love
Inuk ❤
*Ps. Belakangan lagi suka dengar album baru Taylor Swift – Folklore. Pas banget untuk hari-hari sendu seperti ini.. hehe..
*Update September 2022:
Salah satu hal saya sangat sukai adalah melakukan meditasi ketika saya merasa sulit memproses perasaan saya. Meditasi membantu saya untuk pelan-pelan menerima perasaan yang sulit dengan lembut, kemudian melepaskannya. Ingin mulai belajar meditasi? Yuk download gratis
*Image by Pexels

Leave a comment