Journaling: belajar menulis kehidupan

Hai, lama juga ya saya nggak nulis… di blog. Hehe.. Sebenarnya saya termasuk suka sekali menulis, hanya tidak selalu untuk blog, tapi lebih banyak di jurnal saya. Sudah hampir tiga tahun terakhir ini setiap hari saya menulis jurnal, belakangan malah semakin intens, jadinya pengen share juga mengenai pengalaman saya menulis… di atas kertas.

Yep, that classic hand writing. 🙂

Sebelumnya saya mau cerita dulu sedikit awalnya bagaimana. Rasanya saya suka menulis di atas kertas sudah lama sekali ya, dari SD saya sudah punya buku catatan kecil, kalau jaman dulu namanya “diary” hahaha… Bukunya halamannya warna warni dan suka ada gemboknya. Isinya curhat-curhatan lucu pengalaman sehari-hari.

Kalau waktu SD saya tidak terlalu ingat sebenarnya suka nulis apa, tapi sampai SMP saya juga masih suka menulis “diary” walau nggak setiap hari juga malah kelamaan nggak-nya. Saya masih ada tuh buku-bukunya, rasanya mau ketawa kalau di buka lagi haha…. SMA sampai kuliah saya juga masih suka menulis, cuma masuk kuliah sudah mulai kenal dunia blogging dan tentu saja social media. Semakin jarang lah saya menulis dengan pena.

Namun.. belakangan saya kembali lagi mulai banyak menulis. Saya mulai menulis kembali sekitar tiga tahun lalu. Bagi saya menulis adalah sebuah media yang sangat menyenangkan, dan waktu untuk menulis adalah seperti me-time yang sangat berharga. Menulis membuat saya lebih mensyukuri kehidupan dan memotivasi saya untuk menjadi lebih positif setiap harinya.

Menulis juga rasanya menjadi sebuah terapi tersendiri bagi saya untuk menerima dan melepaskan perasaan-perasaan yang datang dan pergi, khususnya ketika menyangkut kesedihan. Menulis juga menjadi outlet bagi saya untuk mengeluarkan kepenatan yang banyak menyangkut di kepala.

Okey, selanjutnya saya mau cerita apa saja yang saya tulis, bagaimana polanya, dan bagaimana itu memberikan saya sebuah kesadaran untuk hidup lebih baik dan menjadi orang yang lebih baik.

Gratitude

Awalnya sekitar 3 tahun lalu, saya belajar mengenai pentingnya bersyukur atau gratitude dan salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menulis jurnal. Rasanya saya sempat bahas juga beberapa kali ya disini. Iya, mulailah saya menulis hal-hal apa yang membuat saya bersyukur di hari-hari saya.

Mulanya saya buat sangat sederhana, hanya tiga hal yang saya syukuri hari itu, namun lama kelamaan, tulisan yang tadinya hanya poin-poin penting dalam satu baris kalimat, menjadi semakin panjang membentuk sebuah paragraf dan cerita. Yang tadinya tiga hal menjadi lebih banyak, walau tidak tentu juga jumlahnya.

Saya lakukan menulis gratitude setiap malam, sudah tidak terhitung berapa banyak buku tulis saya habiskan. Awalnya saya fokus pada peristiwa, namun lama-kelamaan fokus saya berganti menjadi perasaan saya. Bagaimana saya sangat merasa beruntung dan bahagia dalam kehidupan saya, mensyukuri tidak hanya hal-hal besar, namun juga hal-hal kecil dalam hidup.

Bahkan di hari-hari saat saya merasa di bawah atau sedih, saat itulah saya semakin menguatkan diri untuk terus menulis. Ini membantu saya menyadari bahwasannya masih banyak hal di dunia yang bisa saya syukuri bagaimanapun keadaan saya. Saya tidak menghindari perasaan sedih saya, bahkan kadang tetap saya tulis diatasnya, namun saya akan selalu berusaha untuk terus mensyukuri kehidupan di depan saya.

Oh ya, saya sukanya menulis dalam bahasa Inggris (hehe..), so it goes something like this.. Today, I’m grateful for….

Daily Design

Kenyang dengan menulis di malam hari, sekitar enam bulan terakhir ini saya mulai menambah kegiatan journaling saya di pagi hari. Saya terinspirasi untuk memulai hari saya dengan lebih positif dengan melakukan daily design yang di sarankan oleh Mbak Gabby Bernstein. Oke, jadi intinya, adalah setiap pagi kita menulis dengan prompt yaitu empat pertanyaan yang penting:

  1. What do I want to feel today?
  2. Who do I want to be today?
  3. What do I want to receive today?
  4. What do I want to give today?

Pertanyaan ini rasanya pendek, tapi ternyata untuk menjawabnya membutuhkan sebuah kontemplasi yang lumayan dan setiap hari bisa berbeda. Buat saya yang paling penting adalah feeling good. Memulai hari dengan intensi untuk merasa baik mungkin adalah sebuah kado indah untuk diri kita setiap harinya.

Saya suka sekali menulis pagi hari ini, jawaban saya juga semakin lama semakin kreatif. Saya bisa menulis “I want to be the light for others, I want to give my self the best self-care today, I want to receive guidance….. I want to give my best work…. and so on ” , dan setiap hari tidak harus sama, kadang tergantung keadaan dan perasaan pada saat menulis.

Semakin lama semakin detail dan panjang juga. Namun inti-nya intensi positif kita ini mudah-mudahan dapat menggerakkan diri kita untuk lebih positif setiap harinya.

More about my journaling..

Dua contoh journaling diatas adalah yang sehari-hari saya lakukan, walau kadang ada hari-hari juga yang lewat, hehe.. Namun pada kenyataan-nya banyak hal-hal lain juga yang saya tulis di jurnal saya. Kadang saya menumpahkan semua perasaan saya atau rage-on-the-page supaya semua keluar dari kepala (hehe), kadang jurnal saya juga menjadi tempat saya menuliskan semua inspirasi dan inner wisdom yang saya rasakan. Saya juga baru saja menambah jurnal baru sebagai bagian dari terapi saya yang di sarankan oleh psikolog (detailnya nanti kalau saya lebih siap bicara tentang mental health ya).

Anyhooo…. Saya tidak punya buku khusus dengan tema tertentu. Jurnal saya adalah notebook atau buku tulis yang bentuk dan ketebalannya beda-beda. Ada yang saya beli sendiri di toko buku, ada juga pemberian mahasiswa saya (hehe), gambar juga macam-macam ada yang lucu-lucu seperti unicorn, namun ada juga yang polos aja lebih eleghant haha...

Namun yang pasti preferensi saya adalah yang ukurannya A5, karena lebih handy tidak terlalu besar juga kalau mau dibawa seberapapun tebalnya. Saya juga suka menulis dengan pulpen gel warna-warni, biar nggak monoton aja, hehe…

Ini dia sebagian jurnal saya..

Kalau saya boleh saran, untuk yang belum, mungkin mau coba mulai menulis dengan pena dan kertas. Saya pribadi merasa banyak sekali manfaatnya, yang paling penting saya merasa jauh lebih positif dari sebelumnya sehingga saya menjalani hari-hari saya lebih baik dan penuh rasa syukur.

Kalau bingung memulai, saya sarankan untuk coba dari “gratitude” saja. Bisa memulai dengan kata-kata ini “Hari ini, tiga hal yang saya syukuri adalah..” dan biarkan tulisan mengalir dengan sendirinya.

Semoga terinspirasi untuk menulis ya. Siapapun kamu.

With love,
Inuk ☕


*Photo header from Pexels . Journal photo from my personal document.

11 responses to “Journaling: belajar menulis kehidupan”

  1. ganjar mutaqien Avatar

    Wah mantap Ibu Inuk kerennn abiss

    Like

  2. Pena Dusun Blogger's Avatar
    Pena Dusun Blogger’s

    Karena sangat ya

    Like

  3. Sensasi beda gitu ya nulis di buku. Salam kenal ya kak.

    Liked by 1 person

    1. Hi Icha, yes bener… happy journaling! ❤

      Like

      1. Iya. Happy jurnaling juga ya. Dan salam kenal.

        Like

  4. Cara menulis konvensional terkadang terasa lebih private. Saya jadi ingat dulu sebelum kenal blog juga hobinya nulis di buku tulis. Kendalanya sekarang adalah karena udah lama ditinggalkan, jadi tiap nulis tangan gampang banget pegel. Udah gitu, bentuk tulisan tangan saya tambah jelek dari yang sebelumnya 🤣🤣

    Liked by 1 person

    1. Gpp, latihan lagi, hehe..

      Like

  5. hi mb.. aku baru akan mengikuti jejakmu lagi, meski dulu terbiasa namun untuk memulai skrg sepertinya butuh banyak semangat ya.. ? hahaha.. doakan aku ya, soalnya mau healing juga sekalian mudah2n ketemu formula yang mampu menjadikannya candu

    Liked by 1 person

    1. Hi meldoang, no worries. Be gentle to yourself ya, healing takes time and it’s okay. Much love, Inuk. ❤

      Like

  6. Halo kka. saya suka baca blog kaka. Setelah saya baca. saya mau nanya kka,. Beda nya apa yang kaka rasa. nulis di buku tulis dengan nulis di gadget. Karna kedua nya sayu juga udah coba, walaupun gak terlalu intens. hanya ikut mood aja, di karenakan saya juga ada kegiatan wajib kka,.
    Kalau menurut saya lebih simple di gadget kka, jadi kita bisa ulang tulis, jika ada kata kata yang yang gak nyambung. seperti itu kka. Mohon saran nya kka

    Like

    1. Halo Sekar, kalau menurut saya sih tidak ada pakemnya bagaimana. Kalau saya pribadi lebih suka menulis di kertas karena rasanya lebih plong, bisa keluar semua dari kepala. Senyamannya saya ya, coba dua-duanya mana yang rasanya paling cocok. Selamat menulis!

      Like

Leave a reply to Pena Dusun Blogger’s Cancel reply

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.