Selalu ada waktu untuk semua

Hari ini entah kenapa beberapa orang menanyakan tentang blog saya, sudah lama saya nggak nulis. Senang juga, walaupun nggak banyak, tapi ada aja yang baca dan nanyain. haha..

Iya, kebetulan saat ini saya lumayan sibuk dengan berbagai kegiatan yang sedang saja jalani. Sedikit update saja, proses menulis buku sudah sampai tahap editing, saya masih bekerja dan mengajar seperti biasa, masih sibuk dengan berbagai quest di Mindvalley dan nugas sebagai ambassador, masih main tenis dan berdansa sesekali di akhir pekan, mulai melakukan beberapa kegiatan coaching dan saat ini saya sedang mengambil sebuah program sertifikasi profesi. Lumayan lah ya padat, hehe.. *banyak alasan 😂

Banyak yang bertanya pada saya, “Mbak, kok ada aja sih waktunya? Aku tuh rasanya waktu habis terus, paling banyak terpakai untuk kerja aja”. Nah loh.. iya yah kenapa, padahal kan kita sama-sama punya waktu 24 jam dalam sehari.

Saya terdiam. Iya juga ya, kok saya ada aja waktu.

There is always time for everything

Kemudian saya teringat satu hal mendasar. Rasanya yang membedakan bukan waktunya ya, tapi our beliefs towards time, alias apa yang kita percaya tentang waktu. Ini yang paling penting.

Saya ingat sekali, dahulu ketika saya masih kuliah dan belum mengenal personal growth seperti sekarang, saya pernah bilang sama diri saya, “there is always time for everything” alias “selalu ada waktu untuk semua”. Dan sepertinya itu tertanam sangat dalam dalam diri saya. Saya percaya bahwa sesungguhnya kita punya waktu untuk semua hal yang ingin kita lakukan, asal kita memang mau mengelola waktu kita dengan baik. Nanti saya uraikan lagi ya.

Percayalah, dengan semua kesibukan yang ada, saya masih banyak waktu untuk bersantai. Saya masih ada waktu untuk ketemu teman walaupun tentu saja sekarang lebih terbatas karena pandemik, sesekali zoom call dengan sahabat-sahabat saya dari berbagai belahan dunia, masih bisa nonton Netflix dan bahkan di akhir pekan saya masih punya banyak waktu untuk main sama keponakan-keponakan tersayang.

Namun memang.. waktu saya untuk nonton Netflix misalnya, mungkin tidak dalam porsi besar, atau saya memang tidak banyak menghabiskan waktu di media sosial, paling sesekali tergoda belanja online aja sih, haha..

Buat saya, hidup tidak hanya harus produktif, tapi juga harus dinikmati.. Bekerja dan bersantai sama pentingnya.

Nah, kalau kamu merasa selalu kehabisan waktu dan bingung harus bagaimana, saya coba uraikan saja beberapa tips berdasarkan pengalaman saya yang mungkin bisa kamu coba.

1) Change your beliefs about time

Sebelum kita sibuk-sibuk untuk mikirin bagaimana membagi waktu, coba sekarang kita sadari dulu apa yang kita percaya soal waktu. Seringkali tanpa sadar kita percaya bahwa,

“Waktu itu terbatas”, “24 jam itu selalu kurang”, “aku nggak punya waktu di luar bekerja”, “saya selalu kecapean” .

Nah mungkin sudah saat-nya kita pelan-pelan membuang pikiran-pikiran tersebut, dan menggantinya dengan yang lebih baik,

“Selalu ada waktu untuk semua”, “aku selalu punya waktu untuk apapun yang ingin aku lakukan”, “aku sehat dan tidak mudah lelah”

Aafirmasi apapun yang positif mengenai waktu dan dirasa paling sesuai dengan kondisi kamu. Coba deh, ditulis di jurnal, atau di post-it tempel di tempat yang kamu paling sering lihat, sampai kamu benar-benar merasa percaya dan tidak perlu diingatkan lagi. Perubahan fundamental selalu di mulai dari dalam dan dari diri sendiri.

You’d be surprised to see how much time you have on your hands!

2) Set your priorities right

Yes, betul. Kita juga harus belajar untuk sadar betul akan prioritas kita dalam hidup. Bertanya kepada diri sendiri, “apa sih yang paling penting untuk diriku?”, “hal-hal apa yang aku ingin lakukan dalam hidup?”, “hal-hal apa yang mendukung aku untuk mencapai mimpi-mimpiku?”.

Coba di list kembali kegiatan-kegiatan yang kamu anggap penting dalam hidup, jadikan itu prioritas. Buat saya misalnya, walaupun sibuk bekerja, meditasi dan berolahraga juga tidak kalah penting, saya selalu luangkan waktu untuk keduanya.

Dalam beberapa hal, kadang kita harus merelakan aktivitas yang tidak sesuai dengan tujuan kita, atau ya, mungkin menunda dulu untuk sementara ya.

Saya juga jadi lebih sadar akan prioritas saya, misalnya saya pun mengurangi kegiatan mengajar saya karena ada hal lain yang lebih penting untuk saat ini. Saya suka nonton film dan series, namun saat ini porsi menonton saya sudah jauh berkurang dibanding dulu.

Dengan berbagai kesibukan yang saya miliki, saya merasa tidur cukup jauh lebih penting dibanding menonton sampai lewat tengah malam. Saya berusaha lebih bijak lagi dalam menggunakan waktu saya dan ini lebih mudah dilakukan ketika kita paham prioritas kita.

3) Use technology to organize

Nah, saya ini penggemar berat Google Calendar. Semua kegiatan penting dan prioritas saya terjadwal dengan baik di sana. Buat saya ini sangat memudahkan saya untuk mengatur waktu saya dengan baik, saya bisa akses baik dari laptop maupun hp untuk mengecek setiap saat. Bukan berarti saya jadi orang yang kaku juga, menggunakan sistem seperti ini malah sangat membantu saya untuk punya waktu luang lebih banyak.

Jika ada kegiatan yang mendadak dan bentrok dengan kegiatan utama saya yang sudah terjadwal, saya jadi lebih sadar untuk lebih bijak meresponnya. Misalnya ada teman baik yang ajak ketemuan, saya bisa menolak dengan halus, dan menawarkan waktu pengganti. hehe..

Sekilas tampilan Google Calendar saya minggu ini

Namun demikian, saya juga tetap banyak fleksibilitas kok. Misalnya di weekend biasanya saya kosongkan saja kalender tersebut, supaya saya bisa punya banyak ruang untuk bersantai, dan memilih kegiatan akhir pekan apa saya yang saya rasa pas pada waktunya.

Selain Google Calendar, tentu saja kita bisa menggunakan iCalendar atau Windows Calandar, atau aplikasi lain, yang penting cocok aja. Pilihan lainnya, kalau kamu lebih konservatif, tentu saja punya buku yang berisi schedule kamu juga handy untuk dibawa kemana-mana. Saya punya teman yang lebih suka menggunakan buku kecil untuk mengatur jadwalnya, dan dia bawa kemana-mana.

Well, whatever works for you!


Baiklah, sepertinya cukup tiga tips sederhana diatas, simpel aja. Yang penting adalah coba di implementasikan kalau dirasa relevan. Semoga bermanfaat, dan saya harap kita semua bisa lebih menikmati hidup lagi ya!

See you when I see you!

trinuraini
Main sama keponakan tersayang

With love,
Inuk ☕


Image header from Pexels

4 responses to “Selalu ada waktu untuk semua”

  1. Suka banget dengan saran2 Inuk!! ♥️ Makasih untuk ngingatin lagi pentingnya setiap segment hidup kita 😘

    Like

    1. sama-sama kak.. much love! ❤

      Like

  2. makasih ya Kak sudah berbagi cerita bagaimana mengelola waktunya. Thank you for reminding us to set our priorities right, terkadang sering ngerjain hal bukan priority. much loveee.

    Like

    1. Sip sipp.. I learned a lot from you too loh. Much love! ❤

      Liked by 1 person

Leave a reply to Sylvia Cancel reply

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.