Halo, saya coach Inuk, seorang Life Coach, penulis dan juga pembicara dalam berbagai kesempatan.
Banyak sekali yang bertanya pada saya mengenai profesi saya sebagai Life Coach dan juga pertanyaan seputarnya. Wajar saja, karena profesi ini memang belum begitu populer di Indonesia.
Di tulisan ini saya akan coba jawab ya untuk memudahkan, dan semoga bisa dijadikan referensi untuk seterusnya.
Apa sih profesi Life Coach itu? Apa itu life-coaching?
Secara umum, Life Coach adalah sebuah profesi yang berfokus untuk membantu sesorang untuk menjadi versi terbaik dari dirinya dan mencapai tujuan-tujuan pribadnya dengan berfokus kepada perubahan mindset (dan heartset kalau versi saya), serta bagaimana mengambil tindakan atas hal tersebut.
Jadi, seorang Life Coach adalah seorang profesional terlatih yang mendukung individu untuk mencapai tujuannya dalam berbagai area kehidupan.
Sebagai Life Coach, tugas utama saya adalah BUKAN untuk memberi kamu nasihat atau solusi singkat. Namun, membantu kamu untuk mengidentifikasi masalah kamu, menemukan solusi atas masalah tersebut dari dalam diri, menemukan kejernihan dalam dirimu dan mendukung kamu untuk mencapai tujuan dan mimpi-mimpi kamu.
Dan yang paling penting, I will be with you every step of the way.
You are strong and beautiful, and you have everything you need to change your life.
All you need is to connect with your own wisdom and inner strength.
Saya percaya setiap orang di planet ini memiliki kekuatan dan kebijaksanaan untuk membuat kehidupannya menjadi luar biasa. Buat saya, tidak ada orang yang harus “diperbaiki”, terkadang kita hanya perlu diingatkan kembali bagaimana kita memiliki peran besar menciptakan kehidupan yang kita inginkan.
Bagaimana proses life-coaching berlangsung?

Secara umum, proses coaching bisa dibilang terjadi dalam sebuah diskusi atau percakapan yang bersifat konstruktif antara seorang coach dan coachee.
Peran saya pada saat sesi coaching adalah lebih banyak mendengarkan kamu dan memberikan pertanyaan yang akan membantu untuk refleksi atau mengenal dirimu lebih dekat, menemukan kejernihan mengenai dirimu dan mimpi-mimpimu, serta memfasilitasi kamu untuk menemukan insight dari dalam dirimu ~ bukan dari saya atau orang lain. Disini kamu bebas menjadi dirimu sendiri tanpa pengaruh dari siapapun.
I’m holding a safe space for you.
Setiap Life Coach biasanya punya pendekatan yang berbeda-beda tergantung dengan pengalaman maupun spesialisasi-nya. Saya juga akan membantu kamu dengan pilihan tools penting yang dapat digunakan untuk membantu kamu, jika di butuhkan.
Saya pribadi saat ini banyak berfokus pada self-love dan purpose. Kenapa? Karena keseluruhan pengalaman saya saat ini memang berada dalam area itu, namun bukan berarti hanya terbatas itu saja.
Dalam sesi coaching biasanya akan banyak hal-hal lain yang muncul ke permukaan juga sesuai dengan apa yang paling relevan denganmu pada saat sesi. Apapun itu, saya akan selalu memberikan yang terbaik mendukung kamu, dan saya akan selalu jujur kepada kamu, bahkan ketika saya harus bilang “I don’t know” .
Apa perbedaan Life Coach dengan Terapis, Psikolog atau Psikiater?

Nah ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke saya. Hehe..
Perbedaan terbesar antara seorang Life Coach dengan Terapis (termasuk psikolog, dll) adalah fokusnya. Seorang Terapis biasanya berfokus pada mengatasi trauma masa lalu sehingga kita bisa menjalani hidup kita bahagia di masa sekarang; sedangkan seorang Life Coach berfokus pada masa depan, menciptakan masa depan yang kamu inginkan dengan menggunakan semua resources yang kamu miliki di masa sekarang.
Semua profesi baik dan sama pentingnya, semua tergantung kebutuhan dan fokusmu. Beberapa client saya menjalani keduanya bersamaan, misalnya karena ingin menyembuhkan trauma masa lalu yang berat namun juga ingin berfokus membangun masa depannya.
Depresi klinis dan trauma masa lalu yang dalam membutuhkan penanganan lebih tepat. Jika kamu merasa membutuhkan bantuan lebih lanjut, saya sarankan hubungi profesional seperti terapis, psikolog, atau psikiater. Jangan takut untuk meminta bantuan, ya!
Terus, apa bedanya coaching dengan mentoring?
Nah ini juga salah satu pertanyan yang paling menarik. Seorang coach memiliki peran yang sedikit berbeda dengan mentor, konselor, ataupun konsultan.
Pada umumnya mentoring berfokus pada memberikan jawaban atas kebutuhan atau pertanyaan dari client atas sebuah topik atau area tertentu. Misalnya seorang mentor biasanya akan banyak memberikan saran atau metode untuk mencapai tujuan dari mentoring tersebut, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mentor mengenai topik terkait.
Coaching tidak hanya mengandalkan pengalaman dan pengetahuan dari seorang coach semata. Dalam sesi coaching, seorang Coach tidak akan berusaha terlalu banyak memberikan jawaban atau saran. Namun ia akan lebih berfokus untuk mendengarkan, memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membantu client untuk refleksi dan membiarkan insight atau jawaban atas pertanyaan itu keluar sendiri dengan sendirinya. Dengan demikian, diharapkan perubahan mindset, motivasi untuk berubah dan bertindak lebih kuat karena muncul dari dalam sendiri.
Jadi jangan kaget ya kalau saya lebih banyak diam mendengarkan kamu dan kemudian bertanya. π
Namun tentu saya, jika dibutuhkan dan dengan persetujuan dari client saya juga boleh memberikan saran misalnya terkait dengan support dan tools yang dibutuhkan untuk membantu kamu berakselarasi dalam prosesnya.
Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, seorang Coach percaya bahwa setiap manusia punya kekuatan dan kebijaksanaan untuk mengubah hidupnya, selama kita diberikan ruang untuk berefleksi terhadap diri kita dan kehidupan kita.
Apakah sesi coaching harus tatap muka, atau bisa online?
Dua-duanya bisa, tergantung preferensi kamu!
Beberapa client saya lebih suka bertemu langsung tatap muka karena merasa lebih bebas dan nyaman, namun banyak juga yang lebih memilih sesi online melalui zoom karena keterbatasan waktu.
Dan tentu saja, yang tinggal di luar kota ataupun di luar negri pasti akan lebih memilih online. hehe..
Siapa saja sih yang membutuhkan Life Coach?

Semua orang tidak membutuhkan Life Coach. Loh kok?
Well, jujur menurut saya bekerja dengan seorang Life Coach adalah pilihan, bukan sebuah kewajiban. Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk mentransformasi kehidupan kamu.
Namun disaat yang sama, saya juga berani bilang memiliki seorang Life Coach bisa membuat kamu bertumbuh dan bertransformasi jauh lebih cepat, juga mendekatkan kamu dengan kehidupan yang kamu inginkan.
Salah satu coach yang saya kagumi, Rich Litvin pernah bilang,
“Life can be exponential. You are far closer to everything you want than you could ever imagine. Miracles are far closer than you think.”
Saya melihat sendiri perubahan-perubahan luar biasa yang terjadi dalam kehidupan client saya, dari mulai menjalani hidup jauh lebih damai dan bahagia, jauh berkurangnya stress dan kecemasan, karir yang meningkat drastis, hubungan yang jauh lebih baik dengan keluarga atau pasangan, sampai memulai bisnis baru yang sesuai dengan nilai-nilai pribadi.
Itulah yang terjadi ketika kita memutuskan untuk sepenuhnya mengambil kendali dalam kehidupan kita (dan juga memberikan ruang untuk magic untuk terjadi). Baca selengkapnya dari cerita mereka yang sudah pernah merasakan coaching.
Saya pribadi merasakan pentingnya memiliki Coach dalam kehidupan saya, karena betapa saya bisa merasakan manfaatnya dan besarnya transformasi dalam diri saya dan kehidupan saya.
Pada saat saya menulis ini, saya memiliki dua orang Coach yang luar biasa, yaitu seorang life coach dan juga seorang health coach yang membantu saya untuk terus fokus pada pertumbuhan diri saya dan kehidupan yang ingin saya ciptakan.
Bagaimana kalau saya mau mendapatkan support dari seorang Life Coach?
Kalau kamu tertarik dengan coaching, ada beberapa program yang saya tawarkan, untuk informasi lebih lanjutnya silakan baca tentang program coaching saya.
Untuk one-on-one coaching, prosesnya adalah konsultasi terlebih dahulu, tujuannya adalah menemukan kecocokan antara saya dan kamu. Bisa jadi saya adalah coach yang kamu cari, tapi bisa jadi bukan kan?
Pada sesi ini biasanya kita akan eksplorasi kebutuhan kamu akan coaching dan juga mendapatkan sense apakah kita bisa bekerja sama. Silakan booking jadwal konsultasi kamu gratis ya jika kamu tertarik dengan program coaching saya.
Kalaupun kamu memutuskan bahwa coaching itu bukan buat kamu, ya tidak apa-apa, tidak ada kewajiban tertentu pada saat sesi konsultasi. Dan tentu saja, kamu bisa mencari coach atau support lain yang mungkin lebih cocok sama kamu. Banyak kok Life Coach yang bagus di luar sana! π
Apa lagi yang perlu saya tahu?
Well, pada titik ini mungkin kamu bisa bertanya pada dirimu sendiri,
“Apakah aku tertarik untuk bertransformasi lebih cepat dengan dukungan penuh dari seorang Life Coach?”
Cuma kamu yang tahu jawabannya. Hehe… Apapun itu, saya percaya bahwa kamu berada di tempat dan waktu yang tepat. Tidak ada yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Kita semua berada dalam sebuah perjalanan luar biasa yang indah masing-masing.
Jika ada pertanyaan lebih lanjut silahkan boleh juga comment dibawah ya, saya akan coba jawab.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu berkenalan lebih jauh mengenai life coaching. π
Lots of love,

Coach Inuk
www.trinuraini.com
*Ps. Are you a visionary leader pursuing success on your terms? Learn also about Executive Coaching program disini

Leave a comment