Bagaimana menghadapi pikiran negatif

Tengah malam beberapa hari lalu, seorang teman baik mengirimkan pesan teks. Dia bilang merasa terjebak dalam pikiran-pikiran negatif dan tidak bisa keluar. Dia merasa sangat stress sampai tidak bisa tidur. Dia bertanya kepada saya bagaimana dia bisa menghadapinya.

Pikiran negatif berujung pada emosi yang negatif juga, dan sangat mudah untuk tenggelam di dalamnya. Jadi bagaimana menghadapinya? Pertanyaan ini sering sekali muncul dalam situasi yang berbeda, dan saya bisa saja berbagi banyak sekali metode yang saya tahu. Pikiran saya langsung lari ingin cepat bilang “harusnya kamu bisa pake cara ini..cara itu..”. Saya hampir saja balas pesannya panjang-panjang rentetan metode tersebut dan bagaimana cara menggunakannya.

Sebentar… Saya tarik napas dalam-dalam.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya tidak ada satu resep cocok untuk semua. Setiap orang berada dalam situasi yang unik, dan bisa jadi saya tidak paham konteksnya. Dan juga, setiap orang kan punya preferensi yang kira-kira paling cocok dengan diri masing-masing.

Saya jadi refleksi kembali ketika saya pribadi mengalami hal ini, dan juga waktu dimana saya membantu teman ataupun client dalam situasi yang mirip, perasaan terjebak dalam pikiran dan perasaan negatif yang berlarut-larut.

Beberapa hal yang bisa saya simpulkan sebagai berikut (dan juga ini relatif gampang!)

Acceptance

Pertama dan terutama, jangan pernah menolak atau menutup-nutupi perasaan kita. Ketika kita menghadapi pikiran atau perasaan negatif yang sangat kuat, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah untuk sadar dan menerima pikiran dan perasaan tersebut. Seperti kata sufi Rumi, emosi itu seperti tamu, dan kita itu adalah rumah untuk para tamu. Biarkan mereka datang, kemudian biarkan pergi..

Kalau kita menolak perasaan tersebut, mereka akan kembali jauh lebih kuat. Jadi yang bisa kita lakukan adalah sesederhana mengakui keberadaan mereka. Dan juga kita bisa coba untuk melepaskan kelekatan diri kita dengan perasaan tersebut. Sebagai contoh, alih-alih bilang, “saya sedih..”, ganti jadi “saya sedang merasa sedih..”

Breathe..

Iya, bernapas secara sadar. Napas yang pelan dalam. Ini akan mengembalikan kita ke masa sekarang. Masih ingat nggak, waktu kecil kalau kita menangis kita sering disuruh tarik napas? Ini adalah mekanisme alami tubuh kita untuk meregulasi. Kalau kamu suka meditasi yang lebih lama, tentu saja boleh.

Yang paling gampang adalah melakukan 4×4 box breathing. Caranya hanya dengan menghitung sampai 4 tarik napas, tahan 4 hitungan, keluarkan napas 4 hitungan, dan tahan dibawah 4 hitungan…ulangi lagi. Lakukan setidaknya tiga kali. Teknik yang sangan simple ini terbukti mengurangi kecemasan dalam waktu singkat.

Coba yuk?

Tarik napas… 1…2…3…4…
Tahan… 1…2…3…4…
Keluarkan napas 1…2…3…4…
Tahan… 1…2…3…4…
(ulangi 3x)

Gimana rasanya sekarang?

Get moving

Yes, gerakin badan! Emosi negatif yang kuat di simpan di dalam tubuh kita, dan cara terbaik untuk melepaskannya adalah dengan menggerakkan tubuh. Saya pribidi sukanya dancing, tapi tentu saja olahraga juga bisa (nggak heran kan kenapa perasaan kita enak banget kalau habis olahraga? Secara teknis tubuh kita mengeluarkan endorphin – hormon bahagia dan mengurangi kortisol – hormon stress).

Khususnya untuk emosi yang kuat seperti kemarahan, mungkin kamu mau mencoba olaharaga yang lebih kuat. Saya jadi ingat seorang client yang memproses kemarahannya kepada salah satu anggota keuarga dengan melakukan Muay Thai sebelum mengambil tindakan dengan damai. Salah seorang teman juga bilang dia punya “protokol gawat darurat” dimana kalau dia sedang stress berat dia akan lari ditempat selama 5 menit sampai cape sebelum melakukan meditasi untuk menenangkan diri.

Kalau kamu bagaimana, kira-kira apa yang paling cocok untukmu?

Remember to always extend love and compassion to yourself. You are worthy of love, and I believe in you.

Semoga bermanfaat ya. 🙏

With love,
Coach Inuk ❤️


Ps . I’m on a mission to help you create the most fulfilling extraordinary life you love. So when, you’re ready:

Pps. Image by Pexels


Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.