Minggu ini saya merasa agak kurang produktif karena beberapa alasan. Namun kemudian saya ingat-ingat kembali pertanyaan yang saya tanyakan ke diri saya setiap harinya “how can I serve one person today?”.
Akhirnya saya putuskan untuk tetap show up semaksimal mungkin. Menggunakan waktu di minggu ini untuk belajar beberapa topik yang saya ingin pelajari, merapihkan Trello, mengatur jadwal untuk pertemuan komunitas dan berhubungan kembali dengan teman-teman yang saya sayangi. Saya suka terkoneksi dengan orang-orang, rasanya seperti merawat jiwa.
Saya juga menyadari bahwa being in the place of service tidak selalu harus sesuatu yang besar. Bisa jadi sesederhana memberikan senyum kepada orang di jalan, atau minggu ini bagi saya adalah menyambung silaturahmi dengan teman-teman baik.

Ketika saya refleksi kembali, wah ternyata saya dikelilingi oleh orang-orang yang sangat saya sayangi. Beberapa saya cuma kirim pesan dan tanya apakah kita bisa ngobrol minggu ini. Dan.. karena sekarang dunia sudah terbuka, kalau mereka di Jakarta, tinggal ajak nongkrong aja!
Oke, jadi begini minggu silaturahmi ini untuk saya:
- Bolak balik menanyakan salah satu sahabat saya yang lagi nggak enak badan, kira-kira dimana saya bisa bantu. Dia telah menjadi support system saya dua tahun terakhir, dan saya berharap ia cepat sembuh kembali. *sending lots of love and light
- Mendengarkan teman saya bercerita dan memproses kemarahan dan dukanya lewat 3 jam video call karena dia tinggal di Amerika Serikat. Walaupun kita belum pernah bertemu langsung, saya sayang banget sama dia dan bersyukur atas persahabatan kita yang sudah berjalan dua setengah tahun ini.
- Menerima telepon dari seorang teman baik di Swedia dan mendengarkan ia berbagi apa yang sedang ia alami. Saya berbagi cerita juga dan kita saling menginspirasi satu sama lain..
- Ngobrol lewat Zoom sejam lebih dengan salah satu sahabat saya di Belanda. Kita sudah berteman lumayan lama sejak dia masih di Indonesia. Saya jadi ingat saya sempat berkunjung sebelum pandemik, senang rasanya kita masih nyambung..
- Makan siang enak dengan salah satu mantan kolega saya yang selalu saya anggap adik, berbagi cerita dan inspirasi tentang kehidupan kita sekarang. Saya bangga sekali sama dia dan apa yang sudah ia capai dalam hidup.
- Ngopi sore dengan sahabat saya dari SMP dan menyempatkan juga ke rumahnya ketemu sama keluarganya. Seru banget, udah agak lama sejak kita ketemu terakhir kalo. I really love our friendship.
- Dan.. makan siang super panjang dengan keluarga “happy money and beyond” saya.. kita berbagi cerita tentang dimana kita sekarang, dan membuka ruang untuk saling membantu satu sama lain. What a beautiful connection we have, it’s so special.
Semuanya dalam satu minggu. Saya jadi tersadar betapa kayak hidup saya dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi saya tanpa syarat.
Dalam persahabatan, saya percaya itu bukan tentang berapa banyak teman yang kita punya, bahkan bukan seberapa sering kita bertemu atau mengobrol dengan mereka.
Persahabatan adalah bagaimana kita bisa saling memberi dampak positif satu sama lain. Kualitas atau kedalaman pertamanan lah yang lebih penting.
Walaupun saya tidak selalu ketemu dengan sahabat-sahabat saya secara fisik, saya percaya kalau saya selalu terhubung dengan mereka. Mereka hidup dalam hati saya.
Tidak terkira betapa besar rasa syukur saya memiliki mereka dalam hidup saya. ❤️

Jadi, kira-kira siapa yang kamu mau hubungi minggu ini?
Bagaimana kamu bisa support mereka? Atau mungkin kamu yang membutuhkan support?
Have an amazing week, and may you are always surrounded by the people who love you the most. 🙏
With love,
Coach Inuk ❤️
Ps . I’m on a mission to help you create the most fulfilling extraordinary life you love. So when, you’re ready:
👉 Transform your life dramatically with my coaching program or
👉 Find out how my executive coaching program helps you to create an extraordinary professional and personal life, atau baca dalam Bahasa Indonesia
👉 Learn to love yourself unconditionally and find your purpose to create a fulfilling life through my life-coaching program, atau baca dalam Bahasa Indonesia

Leave a comment