Bagaimana membangun hubungan lebih bermakna

Saya sangat bersyukur dikelilingi orang-orang yang saya sangat saya sayangi, teman-teman dan keluarga terdekat. Namun demikian, saya juga senag terhubung dengan orang-orang baru, orang-orang yang saya kagumi, bahkan yang sudah lama saya tidak temui. Rasanya sangat refreshing dan sering membawa inspirasi juga.

Minggu ini, entah kenapa jadwal sesi coaching lebih banyak dari biasanya, klien ataupun calon klien, tidak berbeda. Bagi saya yang terpenting adalah terhubung kembali dan bisa mendukung mereka sejauh yang saya bisa.

Dalam salah satu diskusi, ada pembicaraan mengenai bagaimana membangun hubungan yang lebih dalam dan bermakna dengan orang lain. Topik yang sangat menarik sekali.

Coba saya bagi ya disini kesimpulannya…

Mulai sekarang, yuk kembalikan niat ketika kita ingin membangun hubungan yaitu untuk membangun hubungan. Jujur, saya tidak terlalu percaya yang namanya “networking” ketika orang mencoba membangun koneksi dengan orang lain karena agenda tertentu. Ketika kita membangun hubungan, kita dengan tulus memang ingin membangun hubungan yang bermakna. Tidak ada agenda lainnya. Dan juga.. orang lain bisa merasa loh kalo energi kita needy. Gak mau kan?

Minggu lalu saya kirim pesan ini ke salah seorang teman lama di luar negri: “Hey dear, I was thinking about you. How are you doing.. how’s life.. family? Would you like to catch up sometimes? No agenda, only love. What do you say?” ❤️.

Ternyata dia senang sekali. Saya kangen sekali dengannya dan kita akan segera ketemu lewat Zoom! Saya tidak sabar mendengar kabarnya mengingat juga belum lama ini ia berada dalam masa-masa berat dalam hidupnya.

Tambahannya, praktekkan deep listening, yaitu mendengarkan dengan sepenuh hati. Sama halnya dengan membangun hubungan, kita mendengarkan untuk mendengarkan. Bukan untuk merespon, bahkan memberikan opini (kecuali diminta).

Kalaupun misanya ada opportunities yang muncul ketika kita sedang mebangun hubungan, ya itu bonus. Tapi tau nggak, kalo kita dengan tulus ingin membangun hubungan dengan orang lain dari hati, hanya hal-hal baiklah yang akan datang.

Seringkali kita terjebak dalam ide bahwa orang yang ada di depan kita itu ‘berbeda’ kerena pengetahun, titel pekerjaan atau status sosial mereka. Kenyataannya, kita semua ini adalah manusia biasa. Kita semua ingin yang terbaik. Kita ingin dicintai dan mencintai. Kita peduli dengan orang-orang yang kita sayangi.

Jadi, mungkn daripada kita fokus pada hal-hal yang di permukaan, bagaiman kalau kita lebih banyak membicarakan mengenai bagaimana perspektif kita melihat hidup, keluarga dan hal-hal yang kita suka dan kenapa kita menyukainya. People are beautiful. We are all beautiful.

Coba selami lebih dalam dari yang terlihat mata, dan untuk itu, kita selalu bisa memulai pembicaraan dengan pertanyaan, “Gimana keluarga, gimana istri/suami, apa kabarna anak?”, “Apa sih yang lagi seru sekarnag?”

Saya dulu selalu begitu. Tapi kenyataan, kita seringkali jadi lupa untuk memberikan ruang kepada orang di depan kita untuk mengekspresikan dirinya sepenuhnya. Biarkan mereka jadi dirinya, hargai dan hormati mereka apa adanya.

Kunci dalam membangun hubungan yang lebih bermakna adalah dengan bersikap terbuka sepenuh hati. Seringkali kita suka menahan diri, dan cuma berbagi hal-hal yang keren saja tentang diri kita. Kita cenderung tidak mau membicarakan apa yang terjadi dalam diri kita, atau hal-hal yang menggangu pikiran kita karena kita merasa kuat untuk menghadapinya sendiri.

Kenyataannya ketika kita berbagi “luka” kita, itulah yang paling membangun hubungan yang lebih dalam dan bermakna. Coba bicara tentang masa-masa berat, sisi gelap kita dan bagaimana kita belajar dari pengalaman-pengalaman tersebut. Dengan penuh kasih.

Tips, pertanyaan-pertanyaan berikut bisa membantu juga.. – How are you feeling, really?
– What’s bothering you right now? what’s on your mind?

What do you need?
How can I support you?

Saya juga suka pertanyaan ini dari Rich , what I don’t want you to know about me is that… “.

Namun demikian, bersikap lembutlah terhadap dirimu sendiri. Kalau kamu tidak siap untuk berbagi, ya tidak apa-apa.

Jadi, apakah kamu mau membangun hubungan yang lebih dalam dan bermakna minggu ini?

Boleh share di comment juga ya.

May these article help you to connect with others deeply, be it your partner, family member, friends, old friends, colleagues, or your clients.

Have a heartfelt and connected week. 🙏

With love,
Coach Inuk ❤️


Ps . I’m on a mission to help you create the most fulfilling extraordinary life you love. So when, you’re ready:

Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.