Bagaimana Menambah “Mental Space”

Beberapa minggu lalu saya membereskan lemari saya. Dari mulai pakaian, tas, dan juga sepatu yang dahulu saya saya sangat sukai namun sebenarnya saat ini sudah tidak terlalu terpakai. Beberapa saya berikan ke orang-orang terdekat, beberapa saya juga ke toko baju bekas. Kayaknya sih gampang, tapi sebenarnya tidak terlalu. Ada beberapa barang yang saya simpan lama sekali, hanya karena alasan sentimental.

Anyway..

Setelah saya melepaskan barang terakhir, saya sadari bahwa, loh kok rasanya… enteng, bahkan.. kosong.

Wow, saya tidak menyadari ternyata barang-barang ini lumayan menyita ruang pikiran atau “mental space” saya. Kaget, saya pikir saya sudah cukup memahami diri saya, ternyata belum..

Yang saya maksud dengan mental space disini adalah adalah kapasitas ruang pikiran kita, dari tingkat kepenuhan atau kesunyiannya.

Tahu kan perasaan ketika lagi banyak banget pikiran sampai rasanya kok berat sekali dan jadi tidak produktif? Yes, itu dia..

Saya menyadari bahwa ternyata ada batas dari mental space kita, dan jujur di dunia dengan informasi tidak terbatas dan distraksi, bahkan rasanya semakin sulit untuk merasa tenang, rileks dan enteng.

Jadi, apa yang bisa kita lakukan untuk memberikan ruang lebih banyak untuk pikiran kita? Ini beberapa hal yang bisa saya sarankan berdasarkan pengalaman pribadi.

1) Berbenah

Kurangi barang-barang tidak terpakai yang ada di lemari atau rumah. Seperti halnya saya, kamu akan kaget ketika menyadari ternyata ruang fisik kita sangan mempengaruhi mental space atau ruang pikiran kita.

Bagaimanapun gaya bekerja kamu, pastikan untuk selalu mengatur tugas atau pekerjaanmu dengan baik. Buat saya pribadi, saya suka menulskannya di buku. Rasanya jauh lebih jernih ketika saya menuliskannya dengan pulpen diatas kertas dibanding dengan versi digital.

Saya uninstall Instagram dan YouTube dari hp saya (mm.. seringnya sih! hehe). Saya tetap bisa akses sosial media, tapi menggunakan laptop, jadi tidak menghabiskan banyak waktu. Bagaimanapun strategi kamu, pastikan kamu mengurangi waktu di media sosial.

Saya suka I sekali menulis jurnal di akhir hari karena sangat membantu saya untuk memproses apa yang terjadi di hari itu. Favorit saya? Menulis semua hal yang saya sangat syukuri di hari itu!

Menyempatkan waktu di alam, misalnya jalan pagi di taman, bisa sangat membantu mengurangi stress. Saya merasa jauh lebih jernih kalau saya dekat dengan alam.

Dan, kabar baiknya, kamu tidak harus lakukan semua!

Silahkan pilih yang paling mudah untukmu dan mulai dari sana. Mungkin kegiatan itu akan berubah dari waktu ke waktu tergantung apa yang rasanya cocok. And that’s okay. 🙂

My wish for you is that you can create more space in your life so that you can allow more good things to come. 🙏🏽

Have a productive and clear week! ✨

With love,
Tri


Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.