Merayakan Kehidupan

Minggu lalu saya kehilangan seorang seorang anggota keluarga dari Ibu saya secara tiba-tiba. Dia sangat dekat dengan keluarga saya karena kami tinggal sangat berdekatan. Di masa sulit ini, saya sangat terkagum-kagum melihat semua anggota keluarga dan tetangga saling membantu dalam prosesnya terutama di rumah duka. It’s beautiful.

Almarhum meninggalkan tiga orang anak dewasa-muda. Kebetulan yang paling kecil sedang kuliah di luar kota. Tentu saya ia mendadak harus terbang ke Jakarta dan saya membantu menjemputnya di bandara supaya ia bisa melihat ayahnya untuk yang terakhir kalinya..


Dahulu saya selalu takut akan kematian.

Tapi rasanya, sudah tidak terlalu lagi. Belakangan saya sedang banyak explore mengenai topik ini dan bagaimana persepsi saya mulai berubah.

Salah satu hal yang bisa saya garis bawahi adalah, dibanyak budaya kuno, bahkan yang masih ada sekarang, kematian adalah sebuah perayaan kehidupan, bukan sesuatu yang harus ditakuti.

Saya percaya hal itu. Kehidupan adalah sebuah perjalanan, dan kematian adalah sebuah perayaan bagaimana kita mengarungi kehidupan kita.

Saya jadi inget sebuah episode podcast dari dr. Rangan Chatterjee ketika ia mewawancara Bronnie Ware mengenai “The Top Five Regrets of the Dying” atau “Lima Hal Yang Paling Disesali Menjelang Kematian” – sebuah buku yang ia tulis terinspirasi dari masa ia bekerja sebagai palliative carer.

Ini adalah lima tema utama:

1) “I wish I’d had the courage to live a life true to myself, not the life others expected of me.”

“Saya berharap saya memiliki keberanian untuk menjalani kehidupan yang saya inginkan dari diri saya sendiri, bukan kehidupan yang diharapkan orang lain dari saya.”

2) “I wish I hadn’t worked so hard.”

“Saya harap saya tidak bekerja terlalu keras.”

3) “I wish I’d had the courage to express my feelings.”

“Saya berharap saya memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan saya.”

4) “I wish I had stayed in touch with my friends.”

“Saya berharap saya tetap berhubungan dengan teman-teman saya.”

5) “I wish I had let myself be happier”

“Saya berharap saya membiarkan diri saya lebih bahagia”

Ah rasanya hati saya bergetar hanya dengan menulis dan membaca kembali ini.🥹

Di sisi lain, kematian adalah sebuah pengingat yang indah untuk kita kembali melihat kehidupan yang kita jalani

Hidup adalah setiap pilihan yang kita buat setiap harinya

Saya percaya bahwa dengan mensyukuri bahwa kita dalam perjalanan menuju kematian adalah langkah pertama untuk kita bisa lebih menjalani hidup lebih baik.

My wish for you is that you remember to celebrate life, that you honor your dreams and the person who you want to be.

❤️✨

With love,
Tri


One response to “Merayakan Kehidupan”

  1. 😘😘😘 Thank you ka inuk udah mengingatkan lagi, inipun ayu smpat alami rasa khawatir juga akhirnya ayu gak sndirian

    Like

Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.