Apa yang kamu tunda?

Dalam sebuah sesi coaching dengan seorang client minggu lalu, muncul pembahasan yang sangat menarik mengenai prokrstinasi(procrastination), atau kebiasaan menunda-nunda pekerjaan .

Disitu kami membahas secara mendalam tentang mengapa kita suka menunda dan juga bagaimana cara menghindarinya.

Menurut Tim, prokrastinasi atau kebiasaan menunda berasal dari pergulatan internal kita antara mendapatkan kesenangan langsung dan kepuasan yang tertunda. Otak kita terprogram untuk menginginkan hasil instan, dan dibutuhkan usaha yang sadar dan strategi untuk menyelesaikan pekerjaan.

Kita bisa saja memiliki hubungan yang sehat dengan prokrastinasi ketika kita memiliki deadline atau tenggat waktu. Namun, bagaimana jika kita tidak memilikinya? Banyak “personal project” yang tidak memiliki deadline, kecuali kita yang membuatnya sendiri.

Saya juga melakukan sedikit riset lebih lanjut tentang prokrastinasi dan menemukan lebih banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, seperti:

  • Kita tidak menyukai tugas tersebut, mungkin membosankan, melelahkan, atau terlihat sulit.
  • Perfeksionisme atau kecemasan tentang tidak melakukannya dengan baik atau takut akan kegagalan.
  • Merasa tidak yakin tentang bagaimana memulai atau cara mengerjakan tugas.
  • Meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas atau kurangnya prioritas.
  • Bisa juga ini menjadi mekanisme mengatasi emosi negatif seperti kecemasan atau kewalahan.

Kedengeran familiar?

Bagi saya iya! Terutama poin nomor 2 dan 3. Menulis artikel blog ini adalah sesuatu yang saya tunda-tunda setiap minggu sampai menit terakhir (sebenarnya bisa saja menulisnya seminggu sebelumnya agar lebih santai di Senin pagi).😆

Nah, jika kamu bertanya pada ChatGPT atau Gemini, ada banyak cara untuk menghindari prokrastinasi, mulai dari manajemen waktu, meminimalkan gangguan, hingga menetapkan tujuan tertentu untuk memberi penghargaan pada diri sendiri (self-reward).

Namun tidak ada pendekatan yang cocok untuk semua orang, kamu perlu menemukan strategi yang paling tepat untukmu. Saran saya adalah pertama-tama bangun kesadaran diri sebelum memutuskan strategi apa yang ingin digunakan. Mulai dengan bertanya pada diri sendiri:

  1. Hal penting apa yang kamu terus-menerus tunda?
  2. Apa tujuan akhirnya? Apa yang terjadi jika kamu tidak melakukannya? (lihat gambaran yang lebih besar)
  3. Kapan batas waktunya, meskipun sebenarnya tidak ada? (pertimbangkan jawaban dari pertanyaan nomor 2)
  4. Bagaimana kamu bisa tetap berkomitmen? Siapa yang bisa mendukung kamu, bagaimana membuatnya lebih mudah dan menyenangkan? (mungkin kamu perlu menjadwalkan, memprioritaskan tugas, atau perlu support dari teman)

Silakan berbagi dengan saya ya.

My wish for you is that you prioritize the things that truly create the life of your dreams. 

And if you ever need my support, I’m here for you. ❤️

You are meant to thrive, and I’ve got your back.

With love,
Inuk


Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.