Kita membuat cerita atau kisah tentang diri kita sendiri.
Beberapa kisah tersebut terdengar lantang dan jelas, membimbing keputusan sehari-hari kita, sementara yang lain berbisik di belakang, secara tidak sadar memengaruhi persepsi kita. Cerita-cerita ini, baik disadari atau tidak, bisa sangat memengaruhi bagaimana kita menjalani kehidupan kita dan, pada akhirnya, bagaimana kita menciptakan kehidupan kita.
Oke coba kita banding dua contoh cerita berikut,
Story A
Saya berusia 34 tahun, lajang, belum menikah, dan tidak memiliki anak. Meskipun tampaknya bagi orang lain saya memiliki karier dan kehidupan yang luar biasa, saya tidak merasa bahagia di dalam diri. Saya melihat semua teman saya bahagia menikah dengan anak-anak, pergi berlibur keluarga ke sana kemari. Setiap kali saya melihat foto-foto mereka di media sosial, hati saya terasa sangat sedih.
Saya menghabiskan waktu saya melakukan yang terbaik di tempat kerja, tetapi bahkan sebagai kepala divisi perusahaan tempat saya bekerja, seringkali saya masih merasa kurang. Banyak teman kuliah saya sekarang tampak lebih sukses dari saya, dalam kehidupan, karier, atau bisnis mereka! Kadang-kadang saya bertanya-tanya apakah saya layak mendapatkan apa yang saya inginkan dalam hidup.
Cerita B
Hai, saya seorang lajang berusia 34 tahun, dan saya sedang menikmati waktu terbaik dalam hidup saya! Saya memiliki pekerjaan yang luar biasa, dan saya suka sekali eksplorasi banyak hal. Saya pergi traveling sendiri atau dengan teman-teman dan mencoba banyak hobi baru, dari olahraga dan seni hingga belajar bahasa baru. Saya melihat dunia sebagai tempat yang menakjubkan untuk dijelajahi, dan saya sangat bersemangat setiap hari.
Meskipun saya sadar saya tidak sempurna (dan siapa yang sempurna?), saya tahu saya selalu bisa bertumbuh. Hidup penuh dengan suka dan duka, dan saya pikir itu indah. Saya belajar setiap hari untuk menjalani kehidupan saya dengan lebih baik. Banyak yang masih saya berusaha pahami, namun ya tidak apa-apa. Setiap hari, bisa menjadi lebih baik lagi. Saya bersemangat sekali menuju masa depan saya!

Seperti yang kamu lihat, ini orang yang sama, tetapi bisa kamu rasakan perbedaannya ketika membacanya? Dan, jujur, kedua cerita itu adalah cerita saya di masa lalu!
Saya percaya hidup itu diciptakan. Kita adalah cerita-cerita yang kita ceritakan pada diri sendiri.
Kita melakukan ini melalui perspektif kita, yang dibentuk oleh narasi yang kita buat sendiri untuk diri kita. Dan tentu saja, Kita selalu dapat membuat cerita yang lebih baik, dan kita selalu dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Dan sebenarnya, kita bisa menciptakan cerita baru setiap hari. Seru kan? 😍
Jadi, bagaimana kamu ingin menciptakan ceritamu hari ini?
Harapan saya untukmu adalah agar kamu secara sadar menciptakan ceritamu sendiri dan kehidupan terbaikmu.
Remember, you are meant to thrive, not just survive.
And if you ever need my support, I’m here for you.
Have a wonderful week! ❤️

With love,
Inuk
P.S. Women leaders, You are driven. You are excited. But let’s be real, it can also feel scary, intimidating and lonely. If you feel so, then Project Maven is for You. 🚀
P.S Ready to live more courageously and live your full potential? My 1-1 Executive Coaching Program might be right for you – we’ll start on April! Book your free consultation call today.
Not sure coaching is for you? Read my clients’ stories

Leave a comment