Refleksi Idul Fitri

Baru beberapa minggu yang lalu umat Muslim di seluruh dunia merayakan Lebaran Idul Fitri, sebuuah momen perayaan setelah satu bulan berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan sebagai sebua latihan spiritual.

Saya sangat suka sekali menulis jurnal, terutama sebelum tidur. Sebagian besar waktu saya melakukan jurnal bersyukur atau gratitude, di lain waktu saya melakukan refleksi, atau hanya menuliskan perasaan saya—untuk mengeluarkan uneg-uneg dari diri.

Hari ini, saya ingin berbagi dengan kamu langsung dari jurnal yang saya tulis pada malam Idul Fitri (saya sudah pendekkan sedikit agar tidak terlalu panjang).

Jadi, bulan Ramadhan kemarin membawa banyak hikmah untuk saya, diantaranya..

Saya belajar banyak tentang kesabaran, terutama dalam hal kesehatan saya. Mulai dari gigitan kutu kasur hingga keracunan makanan—semuanya saat berpuasa.

Saya belajar untuk mendengarkan dan menghormati tubuh saya, mengetahui bahwa tubuh saya memiliki kapasitas untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Saya tahu bahwa tubuh kita luar biasa, saya hanya perlu sedikit lebih sabar 🙂

Minggu pertama Ramadhan, rasanya saya kurang “into” dan akhirnya sedih karena merasa seperti membuang banyak waktu untuk hal yang sia-sia. Pada saat itu, saya menyadari bahwa ini adalah bulan pengampunan.

Saya akhirnya memutuskan untuk memaafkan diri sendiri dan terus maju. Saya akhirnya bisa menemukan fokus saya kembali untuk merangkul Ramadan selama minggu-minggu berikutnya. Happy

Saya belajar untuk lebih hadir atau sadar sepanjang hari, dan jujur saja, itu terutama sulit di awal (terutama saat perut kosong). Ada saat-saat ketika saya lebih mudah tersulut oleh orang lain atau anggota keluarga, daripada sebelumnya.

Namun, saya menyadari bahwa ini adalah saatnya untuk lebih sadar dan berhati-hati dengan apa yang saya katakan dan lakukan. Saya belajar untuk menyadari diri pada saat-saat itu. Sungguh bulan yang luar biasa untuk berlatih menjadi lebih baik.

Saya belajar untuk percaya kepada Tuhan dalam menghadapi berbagai kesulitan yang sayaalama . Saya mendapat begitu banyak dukungan tak terduga sepanjang bulan, terutama dalam keuangan dan kesehatan saya.

Meskipun banyak hal yang masih harus saya pikirkan, pengalaman ini telah mengajarkan saya untuk terus hadir di dunia dengan penuh kasih. Saya menyadari bahwa saya tidak pernah sendirian. I am safe and protected.

Dan.. terima kasih sudah membaca. Terlepas dari apakah kamu merayakan Idul Fitri atau tidak, saya ingin tahu:

Silahkan berbagi ya😃

My wish for you that you honor your journey however it looks like and keep going. To your greatness. 🥂

Remember, you are meant to thrive, not just survive.

And if you ever need my support, I’m here for you.

Happy weekend! ❤️

With love,
Inuk

Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.