Dalam sebuah titik perjalanan karir, saya pernah berada di puncak. Saya memimpin tim besar yangsaya bangun dari nol. Saya bekerja dengan sangat baik, dan saya memiliki tim yang paling solid..
Hingga.. tidak lagi.
Ketika saya membangun tim, saya tidak memiliki banyak self-awareness.
Saya pikir saya sudah melakukan hal yang benar, padahal tidak sama sekali. Saya bukan pemimpin yang baik, saya adalah people pleaser. Saya membangun tim saya di atas fondasi yang salah.
Hingga akhirnya hal itu kembali menghantam saya. Saya membuat kesalahan besar (dan begitu banyak kesalahan), dan reputasi saya runtuh dalam semalam.
Tiba-tiba, saya menjadi musuh di tim saya sendiri. Konflik berlangsung selama berbulan-bulan, dan pada akhirnya, satu per satu, mereka mulai meninggalkan saya..
I tidak terima kenyataan. Saya menyalahkan mereka..
Saya juga jatuh ke lembah depresi,
Dan ini yang menjadi titik balik bagi saya.
Saya mulai melihat ke dalam diri. Pada saat itu, saya menyadari sayalah yang menciptakan itu. Saya berhenti menyalahkan orang lain, fokus pada diri sendiri, dan pada pertumbuhan pribadi saya.
Saya akui, itu adalah kesalahan saya. Saya bukan orang yang baik.
Saya banyak belajar dari pengalaman pahit ini. Inilah yang membawa saya ke perjalanan healing and growing sampai hari ini..
Dan itu adalah permulaan dari segalanya..
Pengalaman yang sama itu membawa saya ke sini, menjadi pribadi saya hari ini: hidup dengan cara saya sendiri, melakukan hal-hal yang benar-benar saya cintai setiap hari, menulis cerita ini untuk kamu.. dan belajar menjadi pemimpin yang lebih baik untuk diri sendiri dan orang lain.
Saya belajar untuk menjadi versi diri yang lebih baik setiap hari.
Saya masih orang yang sama, tetapi juga orang yang sangat berbeda. Dan saya bersyukur atas semua pelajaran yang datang ke hidup saya.

I learned my lesson
Leadership atau kepemimpinan bukan hanya tentang membuat lain senang. Ini tentang melangkah menuju versi diri kita yang terbaik dan memberikan dampak positif.
Saya tahu ini bukan hanya cerita saya. Ini mungkin juga cerita kamu – dengan cara yang berbeda. Ketika hidup menjatuhkan kita, biasanya di situlah kita paling banyak belajar. Kita bangkit kembali, dan menjadi versi diri yang lebih baik.
Isn’t it precious?
Sebagai seorang coach, kini saya bekerja dengan banyak pemimpin luar biasa mendukung perjalanan mereka sebagai seorang leader. Saya bersyukur bahwa saya juga bisa belajar banyak dari mereka. Dan saya juga bisa merefleksikan pengalaman pribadi saya.
Menjadi seorang pemimpin adalah sebuah anugerah, tetapi pekerjaannya sendiri tidak mudah. Terkadang kita tidak bisa hanya mempelajarinya – kita harus mengalaminya.
Di situlah memiliki seseorang untuk mendukung kamu dalam perjalanan kepemimpinan bisa sangat berharga. Saat ini, saya membantu purpose-driven leader untuk menjawab tantangan dan menciptakan dampak yang mereka inginkan.
Ah, saya berharap saya memiliki dukungan semacam ini dulu. Tetapi saya tidak pernah menyesali masa lalu saya, saya belajar banyak darinya, dan sekarang saya memiliki coach sendiri untuk membantu saya dalam perjalanan saya. 😊
Bagaimana dengan kamu? Bagaimana perjalanan kepemimpinan kamu?
Apakah kamu kadang merasa bisa melakukan lebih banyak untuk membuat perbedaan? Atau apakah kamu diam-diam bergumul dengan keraguan diri, rasa tidak aman, atau sindrom impostor?
Kalau ini terdengar seperti kamu, we need to talk.
You are meant to thrive, not just survive.
I’ve got your back.
With love and light,
Inuk
P.S. Read my clients’ stories to witness the impact of coaching.

Leave a comment