Seni Menjadi Otentik

Seru sekali rasanya sharing mengenai “Personal Branding: The Art of Being Authentic” untuk kuliah tamu di De Montfort University, Kazakhstan, Selasa minggu lalu (9/12)! Saya suka sekali energinya dan bersyukur di undang untuk sesi berbagi kali ini, thanks to sahabat saya Dr. Savira. 🙏🏽

Karir saya bisa dibilang bukan garis lurus. Bertahun-tahun, saya berkarir di dunia korporat, membangun brand untuk produk. Namun di balik kesuksesan itu, saya banyak mengalami patah hati dan mulai mencari makna hidup.

It took a breakdown to lead to a breakthrough.

Pada akhirnya saya menyadari bahwa panggilan hidup saya bukan hanya tentang menjual produk, tetapi membantu sesama untuk menavigasi perjalanan diri untuk bertransformasi.

Inilah awal karir saya menjadi seorang Coach profesional, juga titik mula dimana saya mulai hidup sesuai yang saya impikan untuk diri saya. Saya banyak berubah, dan jujur personal branding saya terbangun tanpa saya sadari.

Namun, jika saya bisa menyimpulkan menjadi satu ide inti adalah ini:
Being authentic is the true foundation of your brand. Menjadi autentik adalah pondasi utama personal branding kita.

Sekarang kita lihat “Branding Iceberg.”

  • 10% Diatas: Penampilan kita, titel, sampai tampilan sosial media (yang kelihatan)
  • 90% Di bawah: Integritas kita, tujuan hidup kita, nilai-nilai kita, pekerjaan hidup yang kita cintai, konsistensi kita dan bagaimana kita memperlakukan orang – kebaikan kita (pondasi yang sesungguhnya).

Kita tidak bisa mengelabui yang 90%. Disinilah kekuatan kita yang sebenarnya.

Di dunia yang penuh AI dan filter, menjadi otentik adalah keuntungan kompetitif terbesar kita. Kenapa?

  1. Keunikan kita membangun kepercayaan. Orang-orang lebih merasa terhubung dengan kita (bahkan dengan kekurangan kita!)
  2. Menarik peluang yang tepat (dan juga menolak yang tidak sesuai).
  3. Menjadi orang lain itu melelahkan. Menjadi diri sendiri itu mudah.

Sebagai catatan tambahan, saya tidak menentang AI, bahkan AI membantu saya menulis artikel ini dengan memeriksa tata bahasa dan alurnya. Yang saya maksud adalah menggunakannya dengan bijaksana untuk membantu kamu menyampaikan pesan yang ingin kamu sampaikan. 😎

Saya memberikan beberapa tugas untuk mahasiswa. Dan jika kamu terpanggil untuk mengerjakannya..

  • Kirim pesan singkat ke 3 teman kamu: Tanya, “Tiga kata apa yang menggambarkan saya?” – seru deh!
  • Google diri kamu: Apakah yang muncul di online mencerminkan nilai-nilai pribadi kamu?
  • Definisikan nilai-nilai kamu: Apa yang kamu perjuangkan? Nilai-nilai apa yang kamu pegang teguh dalam hidup?
  • Jadilah berani: Dunia membutuhkan kamu dan suaramu. Jangan sembunyi ya!

You are meant to thrive.

And if you ever need any support, I’m here for you. Always.

I’ve got your back.❤️

With love and gratitude,
Inuk


P.P.S. As I’m fully back and look toward the new year…

Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.