Hari-hari Sulit dan Matematika Kedamaian

Rasanya sudah lumayan lama saya tidak menulis. Sebenarnya saya sempat pergi sekitar dua minggu, dan sekarang saya kembali.

Jujur, rasanya saat ini tidak mudah. Kembali dari trip, saya malah di hantam kewalahan dan juga ada beberapa transisi kehidupan yang saya tidak duga. Pada saat yang sama, saya juga harus menghadapi penolakan besar terkait pekerjaan, yang membuat saya jadi mempertanyakan arah hidup saya.

Saya berusaha sebaik mungkin untuk tetap tenang dan menjalani semuanya selangkah demi selangkah. Beberapa hari terakhir ini saya gunakan untuk memproses, dan pagi ini rasanya say ingin berbagi sebuah hal yang saya sadari/

Ini jadi mantra saya:

  • I am grateful for what was. Saya bersyukur atas apa yang sudah terjadi.
  • I accept what is. Saya menerima apa yang ada.
  • I am letting go of the “what ifs.”. Dan saya melepaskan “bagaimana jika..”.

Dalai Lama sering berbicara tentang hubungan antara pain (rasa sakit) dan suffering (penderitaan). Beliau menjelaskan bahwa meskipun keduanya sering ada bersamaan, keduanya bukanlah hal yang sama. Kira-kira rumusnya:

Penderitaan = Rasa Sakit x Resistensi

Pain atau rasa sakit bisa fisik atau mental; itu terjadi pada kita karena situasi eksternal. Begitulah adanya.

Suffering atau penderitaan adaah perjuangan yang muncul ketika kita mengalami rasa sakit itu.

Resistensi atau perlawanan adalah ketika kita menghadapi rasa sakit itu dengan rasa takut, marah, atau mengasihani diri sendiri. Ketika kita melawan, kita melipatgandakan penderitaan kita. Sebaliknya, tidak melawan berarti menerima rasa sakit tanpa beban tambahan rasa takut atau “mengapa saya?”

Masuk akal?

Inilah yang rasanya setiap hari saya usahakan.

Saya menyadari bahwa resistensi (atau non-resistensi) adalah keputusan yang kita buat dari waktu ke waktu. Terkadang mudah; di lain waktu, sangat sulit, terutama ketika adanya penolakan dari luar. Dan ya, tidak apa-apa. Namanya juga kan kita manusia

Bagi saya, pekerjaan yang saya cintai ini adalah jangkar saya. Saya mengingatkan diri sendiri untuk hadir dan bekerja setiap hari dengan penuh cinta. Ini rasanya sangat membantu. Saya tidak lagi melawan rasa sakit itu—rasa sakit itu masih ada, tetapi penderitaannya berkurang.

Semoga renungan ini memeantu kamu jika kamu sedang melewati masa-masa sulit sendiri.

My wish for you is that you let yourself experience life fully no matter what.

You are meant to thrive.

I’ve got your back.❤️

With love and gratitude,
Tri

“What you resist, persists.” — Carl Jung


Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.