Beberapa waktu lalu, di sebuah sudut yang tenang di Teru, Epiwalk Mall, Jakarta Selatan, sebuah ruang aman tercipta. Hari itu, Sabtu, 20 Juni 2026, kami berkumpul bukan untuk membahas strategi bisnis, memitigasi risiko organisasi, atau mengejar target kuartalan yang biasa mendominasi hari-hari kerja kita.
Kami berkumpul untuk satu alasan yang jauh lebih personal: merancang kompas hidup kami sendiri.
Sebelum workshop ini dimulai, pertanyaan yang terus bergaung di kepala saya—dan mungkin di kepala banyak profesional di luar sana—adalah: Are you living by design, or just by default?
Kita sering kali begitu hebat menyusun rencana strategis untuk pekerjaan, tapi kerap lupa duduk sejenak untuk memetakan arah hidup kita sendiri. Kita berjalan dalam mode autopilot, sukses mencentang semua daftar pencapaian luar (checking all the boxes), namun tetap merasakan ada ruang kosong yang hampa di akhir hari.
Success without alignment can feel like burnout.

The beauty of a small group
Awalnya, sesi ini memang sengaja dirancang sangat terbatas agar proses diskusi bisa berjalan mendalam. Dan ketika akhirnya tujuh orang berkumpul di dalam ruangan, saya menyadari satu hal: it was the perfect, divine number.
Ruangan yang intim membuat sesi berjalan lebih hangat. Melalui sesi check-in di awal, kami membuka hati dengan pertanyaan-pertanyaan jujur yang selama ini mungkin hanya berani dibisikkan dalam kesunyian:
- “Sebenarnya saya mau ke mana ya? Apa sebenarnya arah hidup saya?”
- “Kerjaan beres, gaji aman, tapi kok bangun pagi rasanya berat dan nggak semangat?”
- “Life is great—tapi kok rasanya belum maksimal potensi diriku?”
Melihat anggukan kepala, senyuman penuh pemahaman, dan binar mata yang saling menangkap rasa di antara para peserta adalah momen yang sangat magis.
Mengetahui bahwa kita tidak sendirian dalam kebingungan ini (know that you are not alone) membawa kelegaan emosional yang luar biasa bagi semua orang di ruangan itu.

Berjalan Melalui 3 Tahapan Konkret
Selama empat jam bersama, kami tidak sekadar mendengarkan teori atau motivasi sekilas. Kami membedah hidup menggunakan kerangka berpikir yang logis namun tetap menyentuh hati:
- Rediscovering Your Passion Kami memulai dengan menggali kembali apa yang benar-benar membuat energi dan antusiasme kami kembali “menyala”. Sangat menyentuh melihat bagaimana para peserta mulai mengingat kembali hal-hal sederhana namun bermakna yang sempat terkubur oleh tumpukan tanggung jawab harian.
- Finding Your North Star Kami memetakan gambar besar masa depan bukan berdasarkan means goals (apa yang harus dicapai demi memenuhi ekspektasi orang lain), melainkan lewat tiga pilar sejati: Experience (pengalaman apa yang ingin dirasakan), Growth (bagaimana kita ingin bertumbuh), dan Contribution (bagaimana kita bisa berdampak bagi dunia).
- Deciding Your Next Step Fase ini adalah salah satu bagian terfavorit saya. Kami menerjemahkan seluruh refleksi yang mendalam itu menjadi langkah-langkah mikro (baby steps) yang membumi. Karena seperti yang kami bahas hari itu: A big plan is scary. A small move is easy. Peserta pulang tidak dengan beban baru, melainkan dengan Action Plan taktis yang siap dieksekusi tanpa terjebak overthinking.

Bertumbuh Bersama
Workshop hari itu terasa sangat menyenangkan, hangat, penuh tawa, sekaligus dipenuhi momen-momen kontemplatif yang teduh. Berjeda bersama teman-teman bertumbuh ini mengingatkan saya kembali mengapa saya sangat mencintai dunia coaching.
Melihat pundak yang awalnya tampak tegang di awal sesi perlahan menjadi rileks, dan menyaksikan mata yang tadinya penuh keraguan berganti menjadi binar penuh harapan di akhir acara adalah hadiah terbesar yang bisa saya terima sebagai seorang facilitator.
Terima kasih kepada semua peserta luar biasa yang sudah hadir, membuka diri, dan berkomitmen penuh untuk play full out. Terima kasih juga untuk Parij yang sudah memastikan seluruh rangkaian registrasi dan operasional acara berjalan dengan sangat mulus.
And for you, please remember, kamu selalu punya pilihan untuk mengambil jeda dan mulai merancangnya sendiri.
Sampai bertemu di ruang aman berikutnya.
You are meant to thrive.
I’ve got your back. ❤️

With love and gratitude,
Inuk

Leave a comment