Ketika Tubuh Bilang “Tidak”

Dua minggu terakhir ini saya sakit. Kata dokter, saya kena parainfluenza, dan jujur aduh.. saya benar-benar jatuh rasanya. Empat hari pertama saya “stuck” di tempat tidur, ujung-ujungnya hanya bisa nonton Netflix dan main game di hape.

Apalagi dua hari pertama, saya benar-benar kesakitan baik fisik maupun mental.

Dan nggak cuma itu, rasanya saya lemah dan tidak berguna. 😔

Sebagaimanapun saya ingin bekerja, badan saya menolak habis-habisnya. “TIDAK” katanya, haha..

Sepertinya badan saya membawa banyak stres lebih dari yang saya mau akui.

Saya struggling dengan itu juga. .

Saya terbilang sangat aktif, dan juga sangat mencintai pekerjaan saya. Ketika dipaksa untuk berhenti, rasanya sangat sulit untuk saya terima. Saya ingin jadi “produktif” di kala saya seharusnya istirahat.

Namun akhirnya saya menyerah… Saya mengizinkan diri saya untuk istirahat dan membiarkan keluarga saya merawat.

Saya belajar lagi untuk mundur sedikit dan percaya bahwa apa pun yang perlu saya lakukan akan menunggu saya.

Jujur saya tidak punya insight luar biasa atau refleksi mendalam hari ini.

Tapi yang ingin saya sampaikan adalah, nggak apa-apa kok untuk melambat sesekali waktu.

Kehidupan terjadi di masa sekarang, bahkan ketika kita beristirahat.

Dengarkan dan rawat tubuhmu. Tubuh kita tahu yang terbaik untuk diri kita.

My wish for you is that you listen and honor your body at any given time.

You are meanat to thrive.

And if you ever need my support, I’m here for you.

I’ve got your back. ❤️

With love and gratitude,
Inuk

Sometimes the most productive thing you can do is rest.”


Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.