Bagaimana melewati masa transisi

Saya belum pernah berbagi ini dengan sangat terbuka, tapi jujur, tujuh bulan terakhir ke belakang bisa dibilang perjalanan yang cukup berat. Setelah Ayah saya meninggal, hubungan saya juga berakhir (saya pikir ini “the one” “, dan saya harus melalui kesulitan finansial setelah ada pengeluaran besar tak terduga di awal tahun.

It was hard. And I just had to keep going.

Tapi tenang, saya berbagi ini karena saya berada di tempat yang jauh lebih baik sekarang. Hidup terus berjalan, dan saya juga. Sebenarnya semua sangat baik sekarang! 😊

Minggu lalu, seorang klien yang juga teman baik bercerita kalau dia baru saja kehilangan pekerjaan. Di minggu yang sama, teman saya yang lain juga cerita yang sama.

Saya jadi teringat situasi saya sendiri di beberapa bulan terakhir ini dan saya berbagi dengan kedua teman saya tersebut. Jadi, kalau kamu sedang melalui transisi, saya ingin berbagi juga hal-hal apa saja yang kita bicarakan:

Ada sebuah ajaran Buddha yang berkata bahwasanya rasa sakit itu tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan itu adalah pilihan.

Penderitaan biasanya berasal dari penolakan kita terhadap apa yang sedang terjadi. Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk selalu positif, bersyukur, atau “memanifestasikan kebahagiaan” ketika keadaan hati sulit. Tekanan itu hanya akan menjadi beban tambahan untuk diri kita

Sebaliknya, terimalah apa yang sedang terjadi terlebih dahulu—termasuk kesedihan, kecemasan, ketakutan, dan kebingungan.

Penerimaan bukan berarti menyerah. Itu hanya berarti:

“Inilah yang sedang terjadi sekarang. Aku tidak menyukainya, tapi aku tidak peru melawan kenyataan bahwa ini ada di sini.”

Ketika kita berhenti melawan, energi kita menjadi lebih ringan, dan perlahan kita benar-benar dapat bergerak maju.

Situasi kamu saat ini adalah sebuah transisi, bukan kegagalan. Jadi kita bisa berhenti memberi label pada diri sendiri dengan kata-kata yang rasannya negatif seperti “pengangguran”, “kehilangan status”, atau “dalam krisis”.

Mengubah narasi yang kita ceritakan pada diri sendiri akan mengubah energi emosional di sekitar situasi tersebut.

Narasi yang lebih baik bisa seperti:

“Saya sedang dalam masa transisi karier.”

“Keadaan sekarang berbeda, dan itu tidak apa-apa.”

“Ini adalah fase sementara yang mempersiapkan saya untuk sesuatu yang lebih baik.”

Oh ya, saya juga mulai berhenti bilang “in this economy….” – Kayaknya kok istilah yang lagi tren ini membawa energi yang lebih negatif ya…

Ketika rutinitas lama kamu tiba-tiba hilang, itu bisa terasa menakutkan, tetapi juga bisa menjadi titik awal yang indah. Coba tanyakan pada diri kamu:

“Jika saya bisa menciptakan hidup saya dari awal hari ini, seperti apa jadinya?”

Luangkan waktu sejenak untuk melihat semuanya: ritme kerja, rutinitas harian, waktu bersama keluarga, kesehatan, dan kebiasaan keuangan.

Apa yang akan kamu lakukan secara berbeda?

Tidak setiap perasaan atau masalah perlu diselesaikan segera.

Terkadang, langkah yang tepat hanyalah merasakan dan mengakui perasaan kamu tanpa harus terus-terusan tenggelam.

Terlalu banyak menganalisis justru bisa menjadi bentuk penolakan lain. Jadi, mungkin cobalah mengatakan:

“Saya merasa khawatir. Saya tidak sepenuhnya paham kenapa. It’s okay, I can be still hopeful.”

Minggu lalu ikut Airport walking tour seru banget!

Jadi, jika kamu sedang melewati masa-masa sulit atau transisi dalam hidup, saya tidak bisa menjanjikan bahwa masalah kamu akan hilang dalam semalam.

Namun, saya berharap jika kamu mempraktikkan hal-hal ini, kamu akan melewati babak kehidupan ini dengan perasaan lebih tenang dan damai.

Akan ada hari-hari yang lebih sulit daripada hari-hari lainnya, dan itu wajar banget kok.

Bagi saya pribadi, yang membuat saya bangun dari tempat tidur di pagi hari sekarang adalah mengetahui bahwa saya masih bisa berbuat baik di dunia.

I can still choose to show up every day from a place of love and service. Just one day at a time.

You are meant to thrive.

And if you ever need my support, I’m here for you.

I’ve got your back. ❤️

With love and gratitude,
Inuk

“What you resist, persist.”
— Carl Jung


Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.