“Kehadiran” adalah sebuah Kemewahan

Saya menyadari ketika saya bergerak lebih lambat, saya berhenti terburu-buru. Pikiran jadi lebih rileks, dan saya merasa… lebih hadir.

Rasanya seperti saya yang memiliki waktu, bukan waktu yang mengatur saya. Waktu itu sangat berharga, dan itulah kemewahan yang sebenarnya.

Tapi kalau melihat ke belakang, saya sadar kalau hampir sepanjang hidup, saya selalu terburu-buru. Semua harus serba cepat dan terburu-buru. Dan saya selalu cemas memikirkan apa yang bakal terjadi selanjutnya.

Mungkin ini karena budaya kerja, di mana kecepatan sering disamakan dengan performa. Saya jadi terbiasa cepat dalam segala hal. Tapi dampaknya, saya jadi tidak sabaran, dan jujur… dulu saya kesal sekali kalau melihat orang yang lambat (maaf ya! 😭).

Belakangan ini, saya sedang melatih diri untuk “melambat” di kehidupan sehari-hari (gak cuma saat lagi coaching saja). Contoh sederhananya seperti:

  • Saat naik dan turun mobil – Tidak buru-buru menyalakan mesin dan langsung tancap gas. Ambil napas dulu sejenak.
  • Berjalan pelan dan penuh kesadaran (mindful): Oh, yang ini saya benar-benar harus melatih ulang muscle memory-saya.
  • Makan lebih lambat: Jujur, ini bagian paling menantang buat saya karena biasanya saya makan cepat sekali!
  • Berbicara agak lambat: Ini juga susah, saya ini tipe orang yang bicaranya cepat, ini yang sering di protes mahasiswa saya. 😌

Jadi hari Jumat minggu lalu, saya sengaja meluangkan waktu di sore hari. Saya pergi ke coffee shop sambil membawa buku dan jurnal. Akhirnya, saya mulai membaca Pride and Prejudice (setelah beli berbulan-bulan lalu di beli! Akhirnyaaa…)

Saya menyelesaikan sepuluh bab pertama, menikmati momen membaca itu selama sekitar satu jam. Setelah itu, saya menulis jurnal dengan tulisan tangan pastinya, bahkan saya sengaja mencoba menulis lebih pelan dari biasanya.

Awalnya terasa agak aneh dan kaku, tapi lama-lama saya mulai bisa menikmatinya.

Saya benar-benar menikmati proses belajar ini setiap harinya. Ini cara “baru” buat saya untuk being present. Momen di mana kita tidak cuma sekadar berusaha untuk hadir, tapi benar-benar menghargai kehadiran kita sendiri sebagai sesuatu yang paling berharga.

Selain itu, ini adalah hadiah paling berharga yang bisa kita berikan ke orang lain: perhatian dan kehadiran kita seutuhnya (undivided attention).

Jadi saya percaya sekali, presence is a luxury.

Semoga minggu ini kamu bisa mengambil napas lebih daam dan mungkin bergerak sedikit lebih “pelan” dari biasanya.

The world can wait.

You are meant to thrive.

And if you ever need my support, I’m here for you.

I’ve got your back. ❤️

With love and gratitude,
Inuk

“The Queen is never late. Everyone else is simply early.
— Princess Diaries


Leave a comment

Stay connected and be the first to know!

Makes your inbox happy and read my fresh new article every week (plus, some personal stories inside)! 🍵

Processing…
Success! You're on the list.